11 September 2019, 14:00 WIB

Sebanyak 63 Mahasiswa Mendapat Bantuan Dana Riset


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa
 Istimewa
Pemberian bantuan dana riset ditandai dengan nota kesepakatan atau Memmorandum of Understanding di Jakarta, Rabu (11/9). 

DUNIA usaha tidak hanya mencari keuntungan dari bisnis mereka. Sebagaimana di negara-negara maju, perusahaan-perusahaan sangat lumrah terlibat mendukung bidang riset.

Sebagai salah satu perusahaan nasional, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) memiliki program Indofood Riset Nugraha (IRN). Pada periode 2019-2020, RIN  memberi bantuan dana riset kepada 63 mahasiswa.

Selain memberi bantuan untuk dana penelitian sebagai salah satu syarat kelulusan tingkat sarjana, para mahasiswa tersebut juga akan mendapatkan pendampingan dan bimbingan teknis dari tim IRN.

Pada IRN periode 2019-2020 dipilih tema ‘Pengembangan Sistem Pangan Berkelanjutan Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal untuk Peningkatan, kecerdasan, Kesehatan, dan Prestasi Bangsa’.

Pemberian bantuan dana riset ditandai dengan nota kesepakatan atau Memmorandum of Understanding di Jakarta, Rabu (11/9). Acara tersebut juga dihadiri para mahasiswa, dosen pembimbing, jajaran Manajemen Indofood, dan tim Pakar IRN.

Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Suaimi Suriady yang juga Ketua Program IRN mengatakan,”Setelah melewati proses seleksi yang ketat, akhirnya pada 30 Agustus 2019 kemarin, tim pakar IRN telah memilih 63 dari 318 proposal yang layak menerima bantuan riset.”

“Mereka berasal dari 35 universitas baik negeri maupun swasta yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Ini merupakan kesempatan yang istimewa bagi para mahasiswa karena tidak hanya memperoleh bantuan dana, tetapi mereka juga akan mengikuti pelatihan dan coaching clinic,” papar Suaimi.

Ketua Tim Pakar IRN Prof Dr Ir Purwiyanto Hariyadi MSc mengatakan,”Melalui program IRN, kami mendorong mahasiswa dari berbagai universitas untuk lebih peka dan jeli mengidentifikasi dan mengeksplorasi pangan yang ada di sekitar mereka.”

“Terutama sumber-sumber lokal yang berpotensi meningkatkan kecerdasan, kesehatan, dan potensi bangsa. Kami berharap hasil-hasil penelitian mahasiswa melalui program IRN dapat menginspirasi dan berkontribusi pada pengembangan sistem pangan dan diversifikasi pangan,” jelas Purwiyanto.

Untuk meningkatkan kualitas program, IRN terus melakukan pengembangan dari tahun ke tahun. Tahun ini, Program IRN memberikan penghargaan bagi tiga peneliti terbaik dengan kriteria penilaian meliputi aspek pelaksanaan penelitian, mutu penelitian, teknik  presentasi, penguasaan materi, dan sikap peneliti.

“Tiga peneliti yang terpilih akan mendapat kesempatan mengikuti Scientific Tour ke Singapura untuk mempelajari proses penelitian dan prasarana penelitian yang lebih mumpuni,” kata Suaimi.    

Penerima penghargaan peneliti yang terpilih IRN periode 2018-2019 adalah Mariska Pricilia dari Universitas Surya Tangerang, Muhammad Fahrurrozi dari Institute Pertanian Bogor, dan Sayyidul Fatih dari Universitas Syah Kuala, Banda Aceh. (OL-09)                  

BERITA TERKAIT