12 September 2019, 20:50 WIB

Komite Pemilihan Mulai Buka Pendaftaran Petinggi PSSI


Rahmatul Fajri | Sepak Bola

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
 ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
 Plt Ketua Umum PSSI Iwan Budianto (keempat kiri) dan Sekjen Ratu Tisha Destria (kelima kiri) berfoto seusai kongres luar biasa (KLB).

KOMITE Pemilihan (KP) membuka pendaftaran bagi para calon petinggi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yakni Ketua, Wakil Ketua, dan Anggota Eksekutif (Exco) masa jabatan 2020-2024 mulai hari ini, Kamis (12/9) hingga Kamis (3/10) mendatang.

Ketua KP Syarif Bastaman menjelaskan syarat menjadi calon petinggi PSSI, yakni telah berkecimpung di sepak bola minimal lima tahun dan memiliki kelengkapan dokumen yang menyatakan telah didukung anggota PSSI.

Baca juga: Iwan Bule Ditantang Bersihkan PSSI

Selain itu, para calon juga memiliki pengalaman menempati posisi strategis dalam pengambilan keputusan di lembaga pemerintahan dan swasta. Kemudian, memiliki visi misi yang sesuai dengan PSSI, serta memiliki pemahaman soal sepak bola yang akan melalui uji publik yang diselenggarakan KP.

Kemudian, setelah melalui proses kurang lebih dua bulan ini, calon yang terpilih akan diumumkan pada Kongres Luar Biasa Pemilihan Pengurus PSSI pada 2 November mendatang.

Syarif berharap dari proses tersebut dapat ditemukan figur yang benar-benar paham soal sepak bola dan memiliki kemampuan manajerial yang baik. Menurutnya, kombinasi keduanya akan mengangkat prestasi Timnas sepak bola Indonesia.

"PSSI juga belum mampu dan belum bisa memberikan prestasi. Saya orang yang percaya prestasi dimulai dari pengelola organisasi yang baik. Sepak bola negara top itu bisa berprestasi di dunia, berasal dari pengelolaannya yang baik," kata Syarif dalam konferensi pers di Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (12/9).

Selain itu, visi misi para calon petinggi harus memiliki kesamaan dengan apa yang tengah dan akan yang dilakukan PSSI, AFC, dan FIFA. Sehingga, ia menilai setiap kandidat harus paham soal hukum dan statuta sepak bola yang mengacu kepada FIFA.

"Jadi, organisasi yang menentukan siap yang cocok dipilih. Tidak ada orang yang lebih besar dari federasi, organisasi tidak tergantung dari orang. Kalau cocok dam fit dengan visi misi PSSI, AFC, dan FIFA akan terpilih," kata Syarif.

Syarif mengatakan jika ada pihak yang tidak setuju atas pencalonan ini bisa mengajukan banding ke Komite Banding Pemilihan (KBP). KP memberikan waktu 10-16 Oktober. Hasil banding akan diumumkan dua hari setelahnya, 18 Oktober.

Sementara itu, Sekjen PSSI Ratu Tisha mengatakan pelamar petinggi PSSI dapat mengetahui kualifikasi dan kelengkapan dokumen pendaftaran melalui website resmi PSSI.  "Mulai malam ini bisa diakses," katanya.

Anggota Executive Committee PSSI Gusti Randa yang juga hadir pada konferensi pers mengaku belum memikirkan mencalonkan diri menjadi petinggi PSSI untuk periode berikutnya.

Meski memenuhi persyaratan, ia masih membutuhkan waktu untuk memutuskan maju ke pemilihan. "Nanti kita lihat," kata Gusti.

Menurutnya, menjadi petinggi PSSI tidak mudah. Di balik tingginya ekspektasi masyarakat terhadap prestasi timnas Indonesia menjadi tantangan berat. Petinggi PSSI, kata ia, harus siap menjadi sasaran tembak jika gagal mengangkat prestasi timnas.

"Makanya dibutuhkan kuping yang tebal, siap dihujat dan dikritik. Saya sebenernya punya itu. Tapi, soal maju, kita lihat nanti lah," kata Gusti. (Faj/A-3)

BERITA TERKAIT