13 September 2019, 00:20 WIB

Reza Rahadian Pegang Amanat Habibie


Atikah Ishmah Winahyu | Humaniora

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Reza Rahadian 

WAJAH sendu dan mata sembab. Duka yang begitu mendalam jelas terlihat dari raut wajah aktor Reza Rahadian Matulessy, 32, saat menyaksikan jenazah Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharudin Jusuf Habibie, dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Utama Kalibata, Jakarta Selatan, kemarin.

BJ Habibie wafat pada usia 83 tahun setelah dirawat intensif di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) sejak 1 September 2019. Habibie, teknokrat yang juga dikenal sebagai Bapak Dirgantara Indonesia, dimakamkan di sebelah pusara istrinya, Hasri Ainun Habibie.

Reza Rahadian, pemeran utama pria terbaik Festival Film Indonesia 2013 lewat perannya sebagai Habibie di film Habibie & Ainun (2012), yang biasanya selalu terlihat ceria, hari itu tampak berbeda. Ia terlihat sangat kehilangan Habibie yang akrab disapanya dengan sebutan eyang itu.

"Selamat jalan dan terima kasih buat eyang, buat semua jasa-jasanya, dan selamat bertemu kembali dengan eyang putri," ujar Reza seusai pemakaman.

Laki-laki berdarah Maluku itu hadir mengenakan kemeja batik lengan panjang dan celana hitam. Ia duduk di antara para undangan. Di kursi yang didudukinya, beberapa kali Reza terlihat melamun. "Ini pertama kali saya ada di sini, dan saya merasa kehilangan," tutur aktor kelahiran Bogor, 5 Maret 1987 itu.

Kedekatan Reza dengan Menteri Negara Riset dan Teknologi ke-4 itu terjalin saat dirinya dipercaya memerankan sosok Habibie. Peran Reza berlanjut dalam Rudy Habibie atau Habibie & Ainun 2 (2016).

Pendalaman karakter menahun ini membuat Reza mengenal sosok BJ Habibie lebih dekat. Dia pun mengenang kata-kata terakhir sang teknokrat terhadapnya saat berjumpa kali terakhir sekitar Mei-Juni lalu.

"Reza, nanti suatu saat Eyang enggak ada, orang akan mengenang Eyang dan Eyang Ainun yang sudah Reza perankan. Jadi, kalau ada lagi, atau apa, tolong dimainkan karena Eyang mau Reza yang main dan bermainlah dengan baik," kata Reza dalam wawancara via sambungan telepon bersama Robert Harianto dalam program Metro TV.

Amanat lain yang dititipkan BJ Habibie tak lain soal pesan cinta dalam bekerja. Dia selalu menyematkan kata 'unggul' di balik mencintai pekerjaan.

Reza merasa seperti berdiskusi dengan kakeknya sendiri saat berbincang bersama sosok genius kedirgantaraan Indonesia itu. Salah satu momen yang diingatnya ialah ketika Habibie mengoreksi logat bicaranya dalam skenario berbahasa Jerman.

"Saya ke rumah beliau jam sebelas malam. Kita diskusi skenario bahasa Jerman. Ngobrol banyak, dikoreksi. Kemudian yang enggak terlupakan bagaimana perhatian beliau," kisah Reza.

Di mata Reza, Habibie ialah orang yang sangat gigih. Bahkan, sebagai anak muda, Reza kerap kalah dengan keuletan pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu.

Dia mengaku sempat kelelahan lantaran aktivitas syuting yang padat untuk pembuatan film Habibie dan Ainun. Saat itu, Habibie sendiri yang membawanya untuk berobat. "Saya ngotot (syuting). Eyang (Habibie) datang ke lokasi, minta syuting dihentikan. Dia bawa saya ke mobil pribadinya untuk membawa saya ke rumah sakit. Ditungguin sampai masuk ke rawat inap," tutur Reza dengan nada haru.

Tetap hidup

Ia mengatakan momen-momen Habibie tidak akan pernah hilang untuknya dan masyarakat. Pasalnya, kisah Habibie masih bisa dikenang melalui filmnya. Reza pun bersedia untuk kembali menghidupkan sosok Habibie dalam sebuah film suatu hari nanti. Menurut dia, hal itu adalah sebuah kebanggaan.

"Kalau Eyang sudah enggak ada, orang akan mengenang Eyang (Habibie) dan Eyang Putri (Ainun) lewat film sebagai salah satu medium mengenang," ucap Reza.

Sebagai aktor papan atas, nama Reza Rahadian seolah menjadi titik ukur tersendiri untuk kualitas dalam dunia perfilman Indonesia. Tidak hanya berkarier, ia juga terlibat sebagai direktur festival dalam tajuk Gelar Karya Film Pelajar (GKFP) 2019 yang diselenggarakan Kemendikbud.

"Inilah salah satu kontribusi saya dalam bentuk yang lain ke dunia film Indonesia," terang Reza saat berkunjung ke Media Indonesia, belum lama ini.

Dalam ajang itu ia juga mendorong agar tema yang ditawarkan dalam festival film bersentuhan langsung dengan semangat kebangsaan.

"Ingin melihat saja sih anak-anak muda melihat toleransi itu seperti apa, memandang keberagaman itu seperti apa. Ini murni ingin melihat dan mengajak mereka bicara tentang keberagaman," tegasnya. (Zuq/H-2)

BERITA TERKAIT