12 September 2019, 20:25 WIB

5.800 Personel Gabungan Dikerahkan Atasi Karhutla Riau


Rudi Kurniawansyah | Nusantara

 ANTARA FOTO/Rony Muharrman/pd
  ANTARA FOTO/Rony Muharrman/pd
 Prajurit TNI dari Kodim 0301 Kota Pekanbaru dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA) berusaha menghalau api yang membakar semak belukar  

WAKIL Gubernur Riau, Edy Afrizal Natar Nasution, mengatakan, pihaknya sudah mengerahkan sedikitnya 5.800 personel gabungan TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau.

Ribuan personel di bawah koordinasi satgas siaga darurat Karhutla Riau itu juga disebar pada 12 kabupaten dan kota di Riau.

"Bahwa seluruh satgas sudah bekerja dengan masing-masing tugasnya. Jumlah prajurit TNI gabungan dengan Polri, MPA, Manggala Agni, BPBD, dan KLHK tidak kurang dari 5.800 orang yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Riau," jelas Edy Natar usai menerima ratusan mahasiswa yang berunjuk rasa menuntut penuntasan kabut asap Karhutla Riau di Kantor Gubernur Riau, Kamis (12/9).

Dijelaskannya, sampai hari ini sudah 41 tersangka ditetapkan dalam kasus karhutla. Selain itu, Dinas Kesehatan Riau sudah membuka posko kesehatan di seluruh Puskesmas.

"Ini menunjukkan keseriusan kita dalam mengatasi kejadian ini. Masker yang sudah dibagikan juga telah mencapai 600 ribu lebih jumlahnya," papar Edy.


Baca juga: Helikopter BNPB Mendarat Darurat Saat Padamkan Karhutla di Kalsel


Karena itu, Edy meminta seluruh komponen masyarakat dan mahasiswa bersama-sama dengan pemerintah dapat bersatu menghadapi kejadian kabut asap akibat karhutla.

Sementara, Wakil Komandan Satgas Siaga Darurat Karhutla Riau, Edwar Sanger, mengatakan, kabut asap yang melanda Riau saat ini merupakan akumulasi asap kiriman dari karhutla di Jambi. Hal itu sesuai dengan arah angin yang berembus menuju Riau dan hasil pantauan jumlah titik api di sejumlah daerah di Sumatra.

"Asap yang menyelimuti Riau berasal dari kiriman karhutla di Jambi. Jika Jambi bisa diatasi maka asap bisa berkurang," jelasnya.

Sementara seiring dengan kian memburuknya kualitas udara di Riau yang sudah pada level sangat tidak sehat, sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta di Riau telah menyatakan untuk meliburkan aktivitas belajar mengajar. Di antaranya kampus Universitas Riau (Unri), Universitas Islam Riau (UIR), Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI, dan Politeknik Caltex Riau (PCR).

"Meliburkan perkuliahan atau proses belajar mengajar dari Kamis hingga Sabtu, 14 September," ungkap Rektor Unri, Profesor Sujianto.(OL-1)

 

BERITA TERKAIT