12 September 2019, 20:15 WIB

Presiden Iran: AS Harus Jauhkan Diri dari Penghasut Perang


Melalusa Susthira K | Politik dan Hukum

AFP
 AFP
Hassan Rouhani 

PRESIDEN Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) harus menjauhkan diri dari penghasut perang. Hal tersebut dilontarkannya setelah penasihat keamanan AS John Bolton dipecat oleh Presiden AS Donald Trump, Selasa (10/9). Selama ini, Bolton dikenal memiliki rekam jejak yang properang.

"Orang Amerika harus menyadari bahwa penghasut perang dan menghasut perang tidak akan menguntungkan mereka. Mereka tidak hanya harus meninggalkan perang senjata tetapi juga meninggalkan kebijakan tekanan maksimum mereka,” ujar Rouhani dalam sambutannya di televisi seperti dikutip Aljazeera, Rabu (11/9).

“Kebijakan perlawanan Iran tidak akan berubah selama musuh kita terus menekan Iran," tambahnya.

Namun pejabat tinggi keamanan Iran Ali Shamkhani, mengatakan kepergian Bolton tidak berdampak pada bagaimana Teheran memandang kebijakan AS. Ia mengatakan yang terpenting bagi Iran adalah kepatuhan terhadap komitmen internasional Amerika, serta mencabut sanksi yang kejam dan ilegal.

Baca juga: Hezbollah Salahkan Negara Teluk Atas Ancaman Aneksasi Israel

Segera setelah kepergian Bolton, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan bahwa Trump terbuka untuk bertemu dengan Rouhani, kemungkinan pada pertemuan Majelis Umum PBB akhir bulan ini, dengan tanpa prasyarat.

Di sisi yang lain, utusan Iran untuk PBB Majid Takhteravanchi mengatakan pemecatan Bolton tidak mengubah posisinya bahwa tidak akan ada negosiasi sampai sanksi ekonomi dicabut. Kepala Departemen Studi Amerika di Universitas Tehran Mohammad Marandi juga meragukan spekulasi pemecatan Bolton dapat meningkatkan peluang pertemuan yang akan digelar di Majelis Umum PBB akhir bulan ini.

Sementara itu, Trump membuka peluang bahwa merika Serikat dapat meringankan sanksi terhadap Iran. Ia percaya Teheran ingin mencapai kesepakatan baru pada program nuklirnya.

"Kita akan lihat apa yang terjadi," tukas Trump kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (11/9),  ketika ditanya mengenai kemungkinan AS mengurangi kampanye tekanannya.

Pemecatan Bolton oleh Presiden Donald Trump meningkatkan kemungkinan pembicaraan antara para saingan berat setelah lebih dari satu tahun ketegangan meningkat, di mana Iran menembak jatuh pesawat tak berawak AS dan militer Amerika hampir meluncurkan serangan balasan. (AFP/OL-8)

BERITA TERKAIT