12 September 2019, 19:47 WIB

Enam Operator Siap Operasikan Bus Listrik


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
 ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Bus listrik melakukan konvoi di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Sabtu (7/9/2019).

PT TransJakarta mengungkapkan sudah ada pihak operator yang siap bekerja sama untuk mengoperasikan bus listrik. Saat ini bus listrik masih dilakukan uji coba.

Menurut Direktur Utama PT TransJakarta, Agung Wicaksono ada enam operator yang menandatangani MoU (Memorandum Of Understanding).

"Enam operator itu ada PPD (Pengangkut Penumpang Djakarta), Damri, Pahala Kencana, PT Steady Safe, Kopaja, dan Mayasari Bakti yang on progress," ujar Agung di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta, Kamis (12/9).

Baca juga: Trans-Jakarta Jamin Bus Listrik Lebih Murah

Pihaknya akan mempercepat penambahan jumlah armada bus listriknya dan sekaligus mempercepat penerbitan plat kuning untuk uji coba. Saat ini bus listrik sudah disetujui oleh Kementrian Perhubungan melalui sertifikat uji tipe

Menurut dia hingga kini sudah tersedia bus listrik merek MAB (Mobil Anak Bangsa) dan BYD dengan distributor resmi Bakrie Autopart yang sedang dalam jadwal uji coba.

Setelah Peraturan Presiden No 55/2019 tentang Mobil Listrik terbit, TransJakarta akan menguji coba berbagai merek bus pabrikan dari berbagai negara dunia seperti Eropa, Amerika, dan Asia.

"Target tahun depan bus listrik sudah bisa (jadi kendaraan umum). Bus ini bukan kita yang jalankan, tapi operator. Jadi kita tahu berapa ongkosnya, listriknya kira-kira berapa, spare part nya apa saja sehingga kita bisa tetapkan berapa kita bayar ke operator. Itu yang jadi step menuju operasional," jelas Agung.

Menurutnya, rute uji coba bus listrik adalah dari Monas - Senayan. Uji coba dilakukan kurang lebih enam bulan. Tahun depan selain bisa mengoperasionalkan bus listrik, pihaknya juga akan menambahkan 7000 ribu bus dengan berbagai macam, mulai dari bus mikro atau angkot hingga bus besar.

"Kita sekarang ada 3000 armada. Tahun depan sesuai Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019, akan mencapai 10.047 armada. Itu campur mayoritasnya. Penambahan 7000 itu target yang harus tercapai tahun depan," kata Agung.

sebanyak 3000 armada yang ada saat ini terdiri dari bus berbahan disel dan 300 diantaranya bus berbahan gas. (Ins/A-3)

BERITA TERKAIT