12 September 2019, 18:15 WIB

Dishub DKI Sebut Ada Kendala Regulasi Terkait Bus Listrik


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

ANTARA FOTO/Aprilio Akbar
 ANTARA FOTO/Aprilio Akbar
 Penumpang turun dari bus listrik usai mengikuti uji coba di halaman Balai Kota, Jakarta, Senin (29/4/2019). 

KEPALA Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan ada kendala terkait uji coba bus listrik. Saat ini, bus listrik masih dijadikan bus pariwisata dengan rute Monas hingga Senayan.

"Kendalanya yakni ada yang berbeda dengan ketetapan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 (Lalu Lintas dan Angkutan Jalan) seperti lebar busnya. Lebar bus listrik kita itu melebihi ketentuan yang ada di sini," ungkap Syafrin saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Kamis (12/9).

Uji coba ini menggunakan bus yang berasal dari pabrikan Tiongkok, Build Your Dream (BYD), dan PT Mobil Anak Bangsa (MAB). Diketahui, regulasi lebar bus di Indonesia adalah 2,5 meter, sedangkan bus MAB lebih dari 2,5 meter sehingga harus diperbaiki.

"Saya sudah bersurat ke Dirjen Perhubungan Darat untuk diberikan semacam pengecualian. Jadi ketika itu bisa kita dapatkan, kita bisa akselerasi terkait dengan penyesuaian harganya," kata Syafrin.

"Kita bisa mendapatkan instentif perpajakan, misalnya dari aspek PPN barang mewah diturunkan sehingga harga bisa bersaing dan kita bisa melakukan akselerasi untuk diimplementasi," imbuhnya.

Baca juga: Trans-Jakarta Dapat Lampu Hijau Percepat Bus Listrik

Terpisah, PT Trans-Jakarta mengungkapkan sudah ada enam operator yang siap bekerja sama untuk mengoperasikan bus listrik. Enam operator tersebut sudah menandatangani MoU (Memorandum Of Understanding).

"Enam operator itu ada PPD (Pengangkut Penumpang Djakarta), Damri, Pahala Kencana, PT Steady Safe, Kopaja, dan Mayasari Bakti yang on progress," ujar Direktur Utama PT Trans-Jakarta, Agung Wicaksono, di Hotel Pullman, Thamrin, Jakarta, Kamis (12/9).

Pihaknya akan mempercepat penambahan jumlah armada bus listrik sekaligus penerbitan plat kuning untuk uji coba bus listrik yang sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan melalui sertifikat uji tipe.(OL-5)

BERITA TERKAIT