12 September 2019, 17:09 WIB

Kabut Asap di Palangka Makin Pekat, Sekolah Mulai Undur Jam Masuk


Surya Sriyanti | Nusantara

MI/Surya Sriyanti
 MI/Surya Sriyanti
Helikopter Waterboombing mengambil air dari Sungai Kahayan untuk memadamkan karhutla bulan lalu.

Kabut asap yang terjadi di Palangka Raya sekarang ini semakin pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Melihat kondisi ini Pemerintah Kota Palangka Raya mulai mengeluarkan kebijakan untuk mengundurkan jam masuk sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan, Kamis (12/10/2019) mengatakan, selama terjadinya kabut asap ini pihaknya mengundurkan jam masuk pukul 07.00 WIB menjadi pukul 07.30 WIB.

"Dalam praktiknya nanti bisa menyesuaikan lokasi sekolah dan kondisi. Dan untuk batas toleransi (pengunduran) bisa hingga pukul 08.00 WIB," katanya.

Ditegaskan Sahdin, walaupun pihaknya sudah memberlakukan kebijakan pengunduran waktu masuk sekolah, tapi untuk waktu belajar mengajar tetap seperti sediakala dan tidak ada pengurangan waktu belajar.

Untuk diketahui, selain memberlakukan kebijakan pengurangan waktu masuk sekolah, Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya juga membagikan ribuan masker penutup hidung bagi semua sekolah yang ada di Palangka Raya.

"Kita sudah bagikan 10 ribu masker untuk sekolah TK hingga SLTA. Dan kita akan terus lanjutkan pembagian ini hingga semua menerima," ujar Sahdin Hasan.

Dari pantauan di sejumlah di Palangka Raya, Kamis (12/9), karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah seperti di Jalan George Obos ujung, Jalan Tingang, dan sejumlah ruas jalan Trans Kalimantan seperti rute arah Palangka Raya-Kabupaten Kotawaringin Timur maupun Palangka Raya- Kalsel.

Romi, 34, sopir travel yang melayani rute Palangka Raya-Banjarmasin, Kalsel mengatakan kemarin sore (11/9) terjadi kebakaran di kiri kanan badan jalan. Kondisi ini kata dia mengakibatkan mengakibatkan pengemudi harus mengurangi laju kendaraannya.

"Kita terpaksa harus perlahan dan.menyalakan lampu agar tidak terjadi tabrakan dengan kendaraan darinarah berlawanan," katanya. (SS/OL-10)

BERITA TERKAIT