12 September 2019, 16:46 WIB

Klaim Asuransi Padi Puso Seluas 600 Hektare Sebesar Rp3,6 Miliar


Ahmad Yakub | Nusantara

MI/M Yakub
 MI/M Yakub
Kondisi padi puso. 

Sawah yang mengalami gagal panen musim ini di Kabupaten Lamongan, Jatim, seluas 600 hektare. Para petani di Lamongan mengansuransikan tanamannya melalui Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Dan klaim asuransinya mencapai Rp3,6 miliar.

Klaim tersebut telah diserahkan secara simbolis oleh Bupati Fadeli bersamaan dengan panen raya padi inhibrida di Desa Truni Kecamatan Babat, Kamis (12/9) siang. Hadir bersama Bupati, Deputi Direktur Pengawasan Asuransi II Otoritas Jasa Keuangan (OJK) I Wayan Wijana dan Ika Dwi Nita perwakilan dari PT Jasindo selaku penglola AUTP.

Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Holtikultura (TPHP) Pemkab Lamongan, Rudjito mengungkapkan lahan pertanian di Lamongan yang mengikuti Program AUTP tahun ini mencapai 80 ribu hektare. Sebanyak 600 hektare di antaranya mengalami kegagalan panen dengan berbagai sebab. Sehingga berhak menerima klaim asuransi sebesar Rp3,6 miliar.

''Nilai klaim sebesar Rp6 juta per hektare ini sangat penting untuk petani bisa bangkit kembali. Karena mereka setidaknya akan memiliki modal untuk bercocok tanam kembali,'' ujarnya.

Meski demikian, sampai akhir Agustus, produksi gabah Lamongan sudah mencapai mencapai 949.047 ton dengan produktivitas 7,42 ton per hektare. Tanaman itu berada pada lahan seluas 148.771 hektare. Produksi tahun ini diproyeksikan bisa lebih besar dari tahun lalu yang mencapai 1.094.124 ton.(YK/OL-10)

BERITA TERKAIT