12 September 2019, 16:01 WIB

Seratusan Hektare Sawah Kekeringan di Flotim


Ferdinandus Rabu | Nusantara

MI/Ferdinandus Rabu
 MI/Ferdinandus Rabu
Seratusan Hektare Sawah Kekeringan, Pemkab Bentuk Tim Percepatan dan Revolusi Pertanian

Pemerintah Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur, terus melakukan berbagai upaya untuk mengatasi dampak kekeringan terhadap lahan pertanian di daerah ini. Ratusan sawah saat ini tidak dapat ditanami padi lagi karena kekeringan.

Data Dinas Pertanian Flotim menyebutkan lebih dari 120 hektare lahan sawah saat ini tidak dapat ditanami padi karena terdampak kekeringan yang melanda daerah ini. Begitu juga sekitar 90% lahan yang ada di wilayah Flotim merupakan lahan kering, sehingga membutuhkan perhatian serius semua pihak untuk mengatasi dampak kekeringan ini.

Sementara itu lahan tanam di Flotim yang belum dimanfaatkan berdasarkan data Dinas Pertanian Flotim adalah sebesar 79,06% atau 3,790 Ha lahan sawah yang belum dimanfaatkan. Sementara lahan nonsawah yang belum dimanfaatkan sebesar 64,16% (100,309.95 Ha).

Sejumlah solusi pun diambil untuk menyiasati dampak kekringan ini, yaitu melalui pembentukan tim percepatan pertanian dan revolusi pertanian lahan kering.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Flores Timur, Anton Wukak Sogen saat dikonfirmasi Kamis (12/9), mengakui upaya dan solusi ini diambil pemerintah karena saat ini kondisi kemarau lebih panjang dari tahun-tahun sebeumnya.

''Beberapa waktu lalu Bupati Flotim, Bapak Anton Hadjon sudah menyampaikan kepada saya, bahwa dalam waktu dekat akan membentuk tim percepatan pertanian untuk memaksimalkan seluruh potensi lahan pertanian di daerah ini. Tim percepatan ini nantinya akan melibatkan seluruh instansi dan dinas di daerah ini untuk bersinergi mengembangkan pertanian di daerah ini. apalagi saat ini banyak lahan sawah yang mencapai lebih dari 120 hektar yang tidak dapat ditanami padi lagi,'' pungkas Anton.

Selain itu langkah konkrit lainnya melalui revolusi pertanian lahan kering, sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Program revolusi pertanian lahan kering ini dimaksudkan untuk mengoptimalkan setiap lahan kering agar tidak dibiarkan begitu saja, tetapi dapat dimanfaatkan dengan tanaman pangan alternatif selain padi.

''Untuk mewujudkan program revolusi ini, kami sudah menghimbau kepada warga untuk mulai menanami lahan dengan tanaman alternatif seperti palawija, jagung, umbi-umbian, dan tanaman holtikultura lainnya. Ini dimaksudkan untuk menyiasati sejumlah lahan persawahan yang saat ini tidak dapat ditanami padi lagi. selain itu kami saat ini melakukan sejumlah perbaikan jaringan irigasi, menurunkan sejumlah traktor untuk membuka lahan-lahan kering, membantu petani melakukan pembajakan lahan, juga menyiapkan bibit dan benih serta pupuk untuk menyukseskan program ini,'' tutup Anton. (FB/OL-10)

BERITA TERKAIT