12 September 2019, 13:08 WIB

UT dan Lemhannas Bersama Bangun Ketahanan Bangsa melalui Daring


mediaindonesia.com | Humaniora

Istimewa/UT
 Istimewa/UT
Penandatanganan nota kesepahaman (Mou) antara Universitas Terbuka (UT) dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).

SESUAI dengan arahan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, agar setiap perguruan tinggi mengambil mata kuliah umum (MKU) secara online (daring) di Universitas Terbuka (UT).

Terkait arahan Menristekdikti, sejumlah universitas negeri maupun swasta telah melakukan tanda tangan kerja sama dengan UT dalam pengambilan MKU secara online. Mata kuliah nasional akan digunakan sebagai acuan pemerintah yang dapat diambil bagi seluruh mahasiswa UT maupun mahasiswa di luar UT.

Hingga saat ini, UT konsisten dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Salah satunya diwujudkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (Mou) antara UT dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus, Ph.D. dan Gubernur Lemhannas RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo.

Melalui kerja sama tersebut, diharapkan dapat fokus dalam pengembangan MKU Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dengan pertukaran tenaga ahli, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus, PhD menyamapiak ucapan terima kasih atas dukungan Lemhannas RI terhadap pengembangan konten MKU dengan nuansa kebangsaan nasional guna menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Senada dengan Rektor UT, Gubernur Lemhannas RI Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo menyampaikan bahwa kerja sama ini mendukung wawasan kebangsaan guna mewujudkan ketahanan nasional yang tangguh.

Pada kesempatan yang sama, Lemhannas RI dan Perpustakaan Nasional sepakat tandatangani Nota Kesepahaman untuk membangun kemitraan dalam perluasan jejaring perpustakaan melalui repository digital yang disebut dengan Indonesia One Search (IOS). (OL-09)

BERITA TERKAIT