12 September 2019, 09:57 WIB

DPRD Minta Sumber Daya Manusia Trans-Jakarta Dievaluasi


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/Bary Fathahilah
 MI/Bary Fathahilah
DPRD meminta sumber daya manusia Trans-Jakarta dievaluasi setelah ada bus Trans yang menabrak separator.

ANGGOTA DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP DKI Gembong Warsono menegaskan PT Trans-jakarta harus mengevaluasi sumber daya manusia (SDM) yang ada si tubuh perusahaan.

Hal itu berkaca pada kecelakaan yang terjadi kemarin pagi. Bus Trans-Jakarta bernomor plat B7088TGC menabrak separator karena pramudi menghindari ranting pohon di Koridor 9 Pinang Ranti-Pluit.

"SDM perlu ada disiplin. Untuk menciptakan kedisiplinan perlu ada pengawasan yang ketat. Termasuk soal rekrutmen," kata Gembong saat dihubungi Kamis (12/9).

Gembong mengatakan pihaknya menilai kondisi armada memiliki pengaruh yang minim terhadap kecelakaan selama SDM mumpuni membawa dan melakukan pemeriksaan kendaraan.

Terlebih lagi Trans-Jakarta seharusnya tidak lagi memiliki pola ngebut di jalan karena tidak menggunakan sistem setoran.

"Kan menurut kita sudah cukup lumayanlah gaji Trans-Jakarta. Artinya ketika mereka fokus betul menekuni bidang itu saya kira sudah enggak puyeng, enggak harus ngejar setoran kan gitu," terangnya.

Terjadinya kecelakaan yang melibatkan bus Trans-Jakarta menurutnya juga diakibatkan lemahnya pengawasan. Jika diawasi ketat dan SDM memiliki kedisiplinan tinggi, ia meyakini kecelakaan akan minim terjadi.

Selain kecelakaan bus Trans-Jakarta yang terjadi kemarin, sebelumnya dari data yang dihimpun Media Indonesia, juga telah terjadi enam kecelakaan yang melibatkan bus Trans-Jakarta. Seperti pada 20 Juli nus Trans Jakarta terbakar di Jalan Basuki Rahmat, Cipinang, Jakarta Timur.

Lalu pada 28 Juni pemotor tewas setelah menyerempet bus Trans-Jakarta di Koridor 8 (Harmoni-Lebak Bulus). Pada 25 Mei bus Trans-Jakarta Kopaja menabrak portal perumahan Perum Jatinegara pada malam hari.

Sementara itu, pada 8 Mei bus Trans-Jakarta menabrak pembatas jalan di Grogol, Jakarta Barat hingga bus tercebur ke Kali Grogol. Pada 18 Februari bus Trans-Jakarta terbakar di Pasar Baru, dan pada 1 Februari pemotor tewas usai menyerempet bus Trans-Jakarta di Jakarta Pusat. (OL-09)

BERITA TERKAIT