12 September 2019, 12:45 WIB

Hezbollah Salahkan Negara Teluk Atas Ancaman Aneksasi Israel


Basuki Eka Purnama | Internasional

AFP/AHMAD GHARABLI
 AFP/AHMAD GHARABLI
Lembah Yordania, wilayah Tepi Barat yang akan dianeksasi benjamin Netanyahu jika dia terpilih lagi sebagai PM Israel.

KELOMPOK Hezbollah Lebanon, Rabu (11/9), menuding negara-negara Teluk bertanggung jawab atas janji Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menganeksasi Lembah Yordania di Tepi Barat.

Kelompok paramiliter Syiah itu yang sempat baku tembak dengan militer Israel pada awal bulan ini menyebut upaya negara-negara Teluk mendekatkan diri dengan Israel menyebabkan Netanyahu menjadi lebih berani bersikap terhadap Palestina.

"Upaya negara-negara Teluk melakukan normalisasi dan memperbaikin hubungan dengan musuh menciptakan peluang bagi musuh untuk merebut lebih bantak tanah Arab," seru Hezbollah dalam keterangan resmi mereka.

Netanyahu yang berkampanye untuk pemilu pada 17 September mendatang, Selasa (10/9), mengatakan jika terpilih, dirinya akan menganeksasi Lembah Yordania dan Laut Mati.

Baca juga: Calonkan Diri Lagi, Netanyahu Janji Aneksasi Lembah Yordania

Kedua wilayah itu berada di kawasan Tepi Barat.

Negara-negara Teluk mengecam janji Netanyahu itu. Namun, Hezbollah menyebut kontak antara Israel dengan sejumlah negara sekutu Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk menyebabkan Netanyahu berani mengambil langkah agresif.

Menurut Hezbollah, negara-negara Teluk telah memberikan Israel hak untuk bersikap agresif terhadap warga Arab di Lebanon dan Palestina.

Didorong oleh Washington, sejumlah negara Teluk mulai berusaha memperbaiki hubungan dengan Israel seiring permusuhan mereka dengan Iran. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT