12 September 2019, 09:05 WIB

Iuran Naik, Peserta BPJS Kesehatan Berpotensi Turun Kelas


Rifaldi Putra Irianto | Humaniora

Antara/Puspa Perwitasari
 Antara/Puspa Perwitasari
Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris. 

DIREKTUR  Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Fachmi Idris mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan analisis potensi terjadinya turun kelas para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Akibat dari rencana kenaikan iuran JKN.

"Kami sedang analisis tentang potensi turun kelas, tapi perinsipnya tentu masyarakat yang akan menyesuaikan dengan kemampuannya, " kata Fachmi Idris, di Kantor BPJS Kesehatan Pusat, Jakarta, Rabu, (11/9).

Fahcmi menilai kenaikan iuran sebesar 100% pada kelas 1 dan kelas 2, dan 65% pada kelas 3 tersebut masih dianggap mampu bagi masyarakat.

"Dan tolong melihatnya jangan dalam skala besar, secara harian sebetulnya kesanggupan untuk membayarnya masih cukup baik, artinya di kelas 3 hanya cukup membayar tidak sampai Rp 2.000 per hari. Bahkan di kelas 1 pun maksimal Rp 5.000 per hari. Itu kalau kami lihat sebetulnya masyarakat masih sanggup, " jelasnya.

Saat disinggung ihwal kemungkinan peserta JKN beralih ke asuransi swasta lainnya, Ia menyebutkan, asuransi sosial BPJS Kesehatan memiliki beberapa kelebihan kalau dibandingkan dengan asuransi swasta.

"Di antaranya apakah ada asuransi swasta yang menanggung cuci darah seumur hidup? Atau ada yang menanggung pembiayaan penyakit katastropik?" Ujarnya.

Ia mengatakan, Ketika sakit kemudian membutuhkan pelayanan kesehatan, jumlah biaya pertanggungan pelayanan kesehatan yang peserta terima jauh lebih besar dibandingkan akumulasi iuran yang dibayarkan.

Ia mencontohkan pegawai yang membayar iuran Rp40 ribu per bulan, yang mencapai Rp 480 ribu setelah satu tahun. Namun, manfaat yang diterima ketika sakit lebih besar dibandingkan jumlah tersebut. Ia menyebutkan, peserta bisa mendapatkan pelayanan kesehatan senilai Rp 15 juta, yang lebih besar dibandingkan besaran iuran BPJS Kesehatan.

Namun demikian, Fachmi kembali menyampaikan bahwa keinginan masyarakat untuk melakukan turun kelas semua dikembalikan kepada masyarakat.

"Tapi tentu ini adalah pilihan dan kami serahkan kepada masyarakat, " pungkasnya. (OL-09f)

BERITA TERKAIT