12 September 2019, 09:15 WIB

Latihan Gabungan untuk Tingkatkan Komando Terintegrasi


Cah/P-1 | Politik dan Hukum

MI/CAHYA M
 MI/CAHYA M
Prajurit Korps Marinir TNI-AL melakukan Latihan Gabungan TNI Dharma Yudha di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, kemarin.

PANGLIMA TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto meninjau persiapan Fire Power Demo 2019 yang merupakan puncak acara dari latihan gabungan TNI dengan sandi Dharma Yudha 2019 di Pusat Latihan Tempur Marinir Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, kemarin.

Hadi mengakui saat ini pihaknya tengah mematangkan kemampuan platform komando yang terintegrasi antarmatra untuk meningkatkan kekuatan pertahanan atau sistem interoperability. Hal itu dalam rangka menghadapi medan peperangan masa depan yang kental dengan kemampuan teknologi dan serangan siber.

"Latihan Gabungan 2019 ini backbonenya menggunakan interopability yang didukung satu sistem, yaitu network centric warfare. Kita sedang mencoba menerapkan itu dari angkatan darat menggunakan battle management system, sedangkan angkatan laut dan darat menggunakan network centric sehingga 2020 kita bisa memiliki satu alat menggabungkan ketiga sistem melalui satu network centric warfare," ungkap Hadi saat meninjau Latgab bertajuk Dharma Yudha 2019 di Baluran, Asembagus, Situbondo, Jawa Timur.

Panglima TNI didampingi tiga kepala staf angkatan, yakni KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa, KSAL Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Kemudian, terdapat 12.500 prajurit TNI yang mengikuti latgab tahun ini, dan menurunkan 1/3 alat utama sistem senjata. Rencananya Presiden Jokowi akan melihat langsung puncak kegiatan ini, hari ini.

Menurut dia, network centric warfare merupakan integrasi komunikasi tiga matra yang akan digunakan untuk kegiatan rutin termasuk saat melakukan operasi militer. Basis dukungan dari sistem itu menggunakan satelit dan tidak lagi menggunakan base transceiver station (BTS).

"Network centric warfare atau network centric operation yang kita gunakan dalam keseharian adalah sistem interoperability dengan backbone-nya, yaitu satelit yang saat ini hubnya sedang kita bangun. Mudah-mudahan Latgab 2020 atau 2021 kita sudah penuh didukung suatu sistem yang sedang kita bangun itu dalam rangka menghadapi perang modern," paparnya.

Hadi mengharapkan platform itu akan meningkatkan daya gedor prajurit TNI dalam melumpuhkan lawan karena semua kekuatan terintegrasi.

Maka, pada latgab kali menyimulasikan penyerangan terhadap musuh yang menggunakan sistem senjata modern yang didukung sistem siber.

"Targetnya meningkatkan profesionalitas prajurit ketiga matra dan meningkatkan kemampuan tiga matra karena menyambungkan itu perlu latihan karena masih ada yang analog untuk ini harus menggunakan digital," pungkasnya. (Cah/P-1)

BERITA TERKAIT