12 September 2019, 08:15 WIB

ABDI Janjikan Teknologi VAR Digunakan di Indonesia


Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Sepak Bola

Istimewa
 Istimewa
Pasangan ABDI yang bersaing untuk menjadi Ketua Umum PSSI

CEO Nine Sport Arief Putra Wicaksono dan pentolan Bandung Premier League Doni Setiabudi alias Jalu memastikan diri melaju dalam pemilihan Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum PSSI periode 2020-2024 yang akan digelar Januari tahun depan.

Pasangan yang menggunakan nama ABDI itu punya visi dan misi serius untuk kemajuan sepak bola Indonesia dengan membidik target jangka pendek.

Salah satu yang menjadi fokus duet independen ini ialah menuju emas di Piala AFF dengan materi pemain muda dan berencana memboyong pelatih dunia sekelas Frank de Boer.

Tidak hanya itu, duet Arief-Doni juga bakal mencanangkan teknologi VAR untuk digunakan di Indonesia.

Baca juga: ABDI Sodorkan Dua Skema Pembiayaan Bangun PSSI

Di Indonesia, penggunaan VAR telah digunakan dalam Bandung Premier League buatan Jalu yang diikuti 16 tim amatir. Namun, teknologi VAR yang ada di liga tersebut belum berstandar atau kriteria FIFA.

Keinginan Arief menggunakan teknologi VAR di Indonesia yang berstandar kriteria FIFA didasarkan keinginannya memberantas mafia bola yang masih bersliweran di Indonesia.

Menurutnya, dengan adanya teknologi VAR di Liga Indonesia, kepercayaan masyarakat terhadap kinerja wasit akan bertambah.

“Pertama, VAR untuk mengkatrol kualitas wasit dan mengembalikan rasa percaya masyarakat terhadap kinerja wasit,” ujar Arief kepada Media Indonesia, Rabu (11/9).

Dengan adanya VAR yang dilengkapi standar kriteria FIFA, Arief melihat perkembangan sepak bola Indonesia bakal maju dan tidak ada lagi isu pemain yang dibayar oknum karena belum dapat gaji dari klub.

Arief dan Jalu juga memaparkan skema biaya pembangunan sepak bola Indonesia dengan standar FIFA Club Licensing.

Mereka akan menggunakan dua metode, yakni melalui perusahaan asing dan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk bangun tim. (OL-2)

BERITA TERKAIT