11 September 2019, 23:03 WIB

Kebijakan Pengembangan SDM era Jokowi Sejalan Habibienomics


Antara | Ekonomi

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Presiden RI ke-3 Bacharuddin Jusuf Habibie

KEBIJAKAN membangun sumber daya manusia (SDM) yang kini digalakkan oleh Presiden Joko Widodo dan akan diiteruskan dalam periode kedua kepemiminannya bersama Ma'ruf Amin, dinilai sejalan dengan pemikiran ekonomi yang dicetuskan Habibie atau Habibienomics.

Peneliti sekaligus ekonom Institute for Developmnet of Economics and Finance (Indef) Rusli Abdullah mengatakan, Habibienomics merupakan sebuah konsep ekonomi yang menekankan peninghkatan keterampilan pekerja serta penguasaan teknologi tinggi.

"Beliau (Habibie) dikenal dengan pemikiran tentang Habibienomics, saat ini Jokowi sedang memulai konsep itu yang penekanannya pada peningkatan kualitas SDM,"  ujar Rusli Abdullah seperti dikutip dari Antara.

Memasuki era ekonomi berbasis digital, menurut dia, maka aplikasi Habibienomics dapat di terapkan dalam mengembangkan industri, dalam hal ini industri kreatif.

"Pak Habibie juga sangat visioner mengenai perekonomian,"  ucap Rusli.

Baca juga : Belasungkawa dari Pemimpin Dunia Mengalir untuk Habibie

Habibienomics, lanjut dia, banyak yang memaknainya sebagai pengeluaran dana yang besar dalam investasi industri teknologi canggih. Namun, hal yang paling penting dari Habibienomics adalah pengembangan SDM yang berdaya saing global.

"Program kartu pra kerja dapat menjadi salah satu akses bagi para lulusan baru untuk mendapatkan pelatihan keterampilan sehingga meningkatkan kualitas SDM dan berdaya saing," ujar Rusli.

Rusli pun memuji kecakapan Habibie dalam bidang ekonomi karena mampu memulihkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada 1998 lalu ketika Indonesia dilanda krisis moneter.

"Sebagai bapak tekonologi, Habibie juga cukup cakap dalam memulihkan ekonomi ketika itu, rupiah sempat menyentuh Rp17.000-an menjadi Rp7.000-an per dolar AS," katanya.

Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie lahir di Parepare, Sulawesi Selatan pada 25 Juni 1936, pada Rabu (11/9) petang wafat akibat masalah pada jantungnya.

Sebanyak 44 dokter yang dipimpin oleh tim dokter kepresidenan sudah bekerja merawat Habiebie sejak Presiden ketiga RI itu dirawat di RSPAD Gatot Soebroto pada 1 September 2019. (OL-7) 

BERITA TERKAIT