11 September 2019, 22:44 WIB

Peringati 9/11, Trump Bakal Serang Habis-habisan Taliban


Ghani Nurcahyadi | Internasional

AFP/Mark Wilson
 AFP/Mark Wilson
Presiden AS Donald Trump memberikan pidato di peringatan serangan teror, 11 September

PERINGATAN tragedi teror 11 September (9/11) di Amerika Serikat dijadikan momentum oleh Presiden AS Donald Trump untuk mengindikasikan kebijakan yang lebih keras terhadap Taliban di Afghanistan.

Peryataan yang dilontarkannya di Pentagon dalam peringatan 11 tahun serangan teror yang menewaskn hampir 3.000 orang itu, hanya berselang beberapa hari setelah ia memutuskan untuk menunda perundingan damai dengan Taliban akibat serangan yang terus berlangsung di Afghanistan.

"Selama empat hari terakhir pasukan kita telah memukul musuh dengan lebih keras dibandingkan sebelumnya. Saya pastikan itu akan terus berlanjut," kata Trump merujuk pada pasukan AS di Afghanistan.

Meski demikian, indikasi pukulan keras yang disebutkan Trump tersebut belum terlihat jelas. Hal itu mengingat saat ini pasukan AS di Afghanistan hanya berjumlah 14.000 prajurit, tak sebanyak 2010 saat pasukan AS mencapai 100 prajurit di sana.

Baca juga : Trump Pecat Penasehat Keamanan Nasional

Selain memberikan tekanan pada Taliban yang dianggap mbalelo, peringatan 9/11 juga dijadikan Trump untuk memastikan pendekatan keamanan baru terhadap serangan teroris yang terjadi di negeri Paman Sam.

Ancaman terhadap warga AS di daratan utama, kata Trump akan berhadapan dengan respons keras yang belum pernah digunakan sebelumnya.

"Jika mereka 9teroris0 kembali menyerang negara kita, kami akan mengejar mereka dimanapun berada dan menggunakan kekuatan yang belum pernah digunakan oleh militer AS sebelumnya," ujar Trump.

"Saya tidak berbicara soal nuklir, tapi mereka akan melihat sesuatu yang tidak mereka duga sebelumnya," imbuh Trump. (AFP/OL-7)

BERITA TERKAIT