12 September 2019, 00:00 WIB

BNI Hantarkan Penerima KUR Naik Kelas


MI | Ekonomi

Ist
 Ist
PT Bank Negara Indonesia

PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) kembali menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) kepada nasabah yang naik kelas dari sisi kapabilitas dan daya saing.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama BNI Achmad Baiquni serta disaksikan oleh Menteri BUMN RI Rini M Soemarno dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq di Danau Ranupani, Lumajang, Jawa Timur, kemarin. Prosesi serupa juga dilaksanakan di Gresik, Jawa Timur.

"Naik Kelas yang dimaksud ialah peningkatan fasilitas kredit yang diberikan oleh BNI kepada debitur. Sebagian debitur naik kelas dari KUR Mikro (maksimal plafon Rp25 juta) menjadi KUR kecil (maksimal plafon Rp500 juta) serta KUR Kecil menjadi penerima kredit BNI Wirausaha (maksimal plafon Rp1 miliar). Tentunya peningkatan fasilitas kredit itu berdasarkan usaha debitur yang semakin maju dan kemampuan repayment yang meningkat," ujar General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil 2 BNI Bambang Setyatmojo dalam keterangan tertulisnya.

Sampai dengan Agustus 2019, Realisasi penyaluran KUR oleh BNI telah mencapai Rp12,85 triliun atau 80% dari target 2019. Sebagian besar KUR tersebut tersalurkan ke sektor produksi, yang mencapai sebesar 51,8% dari total KUR yang telah didistribusikan hingga Agustus 2019.

Pada kesempatan yang sama, BNI turut memberikan bantuan corporate social responsibility (CSR) berupa pengerasan jalan lingkungan atau desa sepanjang 735 meter di Dusun Karanganyar, Kabupaten Lumajang, penyediaan 4 ekor sapi perah kepada Dusun Karanganyar, Kabupaten Lumajang dan penyediaan 10 tempat sampah di Desa Wisata Ranupani.

Secara bersamaan, Bank BRI juga menyalurkan CSR BRI Peduli di bidang lingkungan dan sarana umum kepada masyarakat di sekitar Danau Ranu Pane, yang berlokasi di Kabupaten Lumajang. Bantuan CSR BRI Peduli tersebut berupa pengerukan dan pelebaran bibir Danau Ranu Pane yang berlokasi di kaki Gunung Semeru, penanaman lima ribu bibit pohon cemara gunung di sekitar hutan lindung Gunung Semeru dan merevitalisasi shelter pendakian. (RO/E-1)

BERITA TERKAIT