10 September 2019, 13:15 WIB

Film Green Religion: Peran Pemuka Agama dalam Menjaga Lingkungan


Mediaindonesia.com | Humaniora

Ist
 Ist
Adi Putra

PADA 2015 lalu, Paus Fransiskus mengeluarkan ensiklik 'Laudato Si' (Praise Be) terkait pemanasan global. Menurutnya, melawan pemanasan global yang sedang mendorong bumi ke arah keruntuhan lingkungan.

Selain Katolik, Budha dan Islam juga turut mendeklarasikan perhatian terhadap fenomena ini. Pemanasan global atau global warming perlu perhatian bersama dan peran pemuka agama menjadi kunci untuk mengajak umatnya peduli pada lingkungan.

Namun, jika kita coba menarik sejarah, pada 2007, sebuah film pendek berjudul 'Green Religion' karya siswa SMA Kolase Kanisius Jakarta telah mengungkapkan ide yang sama, yakni perlunya peran pemuka agama dalam menjaga lingkungan.

"Ketika alam mulai rusak di sana-sini, di mana kah posisi agama? Makna itulah yang jelas terlihat dalam film pendek berdurasi 14 menit tersebut," ujar Adi Putra, sang krator film itu.

Film 'Green Religion' dibuat Adi Putra dan temannya Ade Kurniadhi saat mereka masih berusia tak lebih dari 18 tahun. Film dokumenter dengan biaya sekadarnya serta perangkat produksi yang serba terbatas, tetapi terlihat narasi besar tentang peran agama dalam menanggulangi global warming yang terpapar dalam visualisasi sederhana.

Lantas siapakah Adi Putra? Pada Agustus 2019 lalu, ia dinobatkan sebagai peraih Ikon Prestasi Pancasila 2019 dalam bidang seni kreatif. Bersama 73 tokoh lainnya, Adi mendapat penghargaan Ikon Prestasi Pancasila dari Pemerintah lewat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Adi merupakan seorang forografer dan sutradara muda yang karya-karyanya mendapat sambutan positif di luar negeri. Nama Adi Putra juga sempat membuat heboh karena film pendeknya berjudul 'Adam' diputar di Festival Film Internasional Cannes ke-65 di Palais des Festival, Cannes, Prancis, 2015. Karya-karya Adi yang menggelitik mata terekam di akun Instagram-nya @adipvtr.

Terkait film 'Green Religion' (2007), terekam kenyataan bahwa isu pemanasan global belum lah populer menjadi materi dakwah kalangan pemuka agama di Indonesia jika dibandingkan dengan peringatan-peringatan tentang hari akhir, implikasi perbuatan dosa manusia, atau tentang surga dan neraka.

Padahal, dampak global warming sudah sangat begitu terasa. Perubahan iklim yang tak menentu serta udara yang sangat kotor sudah begitu mengganggu. Mau tak mau, manusia penduduk bumi ini harus bertindak.

“Saya tinggal di Jakarta. Saya tidak bisa bilang kalau cuaca Jakarta itu indah. Kalau dibandingkan dengan Jakarta, saya senang sekali melihat De Tjolomadoe (Solo). Tamannya bersih, kayak dijaga, udaranya bersih,  hening. Kita kayak nggak punya arena outdoor kayak gini di Jakarta, “ ungkap Adi saat ditemui di Solo beberapa waktu lalu.

 

Baca jugaKepala BPPT: Pesan Eyang Habibie Untuk Memajukan SDM Iptek

 

Di film 'Green Religion', Adi berupaya menjabarkan pesan tersebut melalui cuplikan wawancara-wawancara dengan beberapa pemuka agama. Seorang pendakwah Islam, Ustaz Jefri Al Buchori (almarhum), tentang firman Tuhan yang berbunyi, 'Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia'.

Sementara, seorang pemuka Kristen, Pendeta Ivan Tanatmadja, mengatakan bahwa gereja selalu menyerukan jemaatnya untuk memelihara kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

Walaupun 'Green Religion' juga mengingatkan  bagaimana kegiatan-kegiatan religius dua agama itu meninggalkan sampah-sampah berserakan tidak pada tempatnya, digambarkan seorang ibu mulai menjatuhkan penglihatannya ke tanah lapang.

Memungut selembar demi selembar kertas koran yang berserakan. Lantas mengumpulkannya sekarung-sekarung. Mudah saja buat ibu tua itu mengais lebih dari 10 karung. Sementara, gambaran sampah berserakan setelah kebaktian usai juga dipertontonkan Adi di film tersebut.

Film itu seolah tidak mau kalah dengan pemaparan horor visual dalam presentasi Al Gore di film dokumenter 'An Inconvenient Truth'. Atau kompleksnya data dalam narasi Leonardo Di Caprio di film dokumenter 'The 11Th Hour'arahan dua bersaudara Nadia dan Leila Conners.

Film 'Green Religion' yang dibuat Adi saat masih berusia 18 tahun mencoba menyajikan perihal pemanasan global dengan mengambil pendekatan yang jauh lebih sederhana, bahwa peran pemuka agama untuk menekan dampak pemanasan global. (RO/OL-1)

BERITA TERKAIT