11 September 2019, 19:00 WIB

Popnas XV Bakal Pertandingkan 10 Cabor Saja


Despian Nurhidayat | Olahraga

Ist
 Ist
Sekretaris Umum KONI DKI Jakarta Djamran (kanan) bersama Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto (kedua kiri) 

DKI Jakarta secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah pengganti Pekan Olahraga Nasional Pelajar (Popnas) XV setelah Papua melemparkan handuk putih pertanda ketidaksanggupannya sebagai penyelenggara. Namun demikian, penyelenggaraan yang direncanakan akan digelar pada bulan November 2019 ini terkesan mendadak dan tanpa persiapan.

Menakar hal tersebut, Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI DKI JAYA mengadakan sebuah diskusi yang bertajuk "Menakar Kesiapan DKI Jakarta sebagai Tuan Rumah POPNAS XV/2019" di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Rabu (11/9).

Baca juga: Jelang SEA Games, Lifter Indonesia Tingkatkan Power

Gatot, selaku perwakilan dari Kemenpora membuka sambutan dengan menceritakan awal mula ketidaksanggupan Papua dalam menyelenggarakan acara ini. Dia mengatakan bahwa sebelumnya, Ketua Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Papua, Alexander K. Y. Kapisa, mengatakan bahwa Papua keberatan untuk menyelenggarakan Popnas XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpernas) XI .

"Persoalannya juga karena konsentrasi Papua untuk PON dan fasilitas juga belum kuat. Karena udah nggak bisa, makanya saya bilang ke Kadispora DKI Jakarta dan dia tidak menjanjikan kepada saya tapi akan berusaha menyiapkan. Kami juga lalu buru-buru kirim surat ke Gubernur agar DKI bisa menampung," ungkap Gatot.

Setelah meminta DKI Jakarta untuk menjadi tuan rumah pengganti, nyata permasalahan lainnya muncul. DKI Jakarta juga menyatakan tidak siap dengan pergantian yang dilakukan secara mendadak ini. Menanggapi hal tersebut, Gatot menyatakan, bahwa pihak dari DKI Jakarta tidak perlu terlibat dalam penyelenggaraan Popnas, mereka hanya akan membantu dalam penyediaan fasilitas dan venue pertandingan. Selebihnya, Kemenpora yang akan bekerja untuk mengurusi Popnas.

"Kami tidak akan melepaskan kemitraan dengan DKI, misalnya untuk penggunaan venue yang ada dan lain sebagainya. Secara garis besar pelaksanaan nanti akan sama kayak Asian Games kemarin. Tapi ini versi supermininya Asian Games. Kami akan mengatur nanti transportasinya, dan segala hal yang berkaitan," lanjutnya.

Penyelenggaraan Popnas XV, menurut Gatot, menjadi hal sangat penting untuk dilakukan. Hal ini berkaitan dengan keunggulan Indonesia di bidang pembinaan usia dini. Dia memberikan contoh pada penyelenggaraan Asean School Games, Indonesia selalu mendapatkan titel juara umum.

Selain itu, Gatot juga menambahkan, bahwa ajang Popnas nanti hanya akan mempertandingkan 10 sampai 12 cabang olahraga saja. Dia pun mengatakan sudah membuat 3 alternatif cabor-cabor yang akan dipertandingkan kelak.

Alternatif pertama yakni cabor atletik, renang, bulu tangkis, bola basket, bola voli, pencak silat, sepak takraw, tenis, tenis meja dan sepak bola. Untuk alternatif kedua, cabor sepak bola akan digantikan menjadi cabor taekwondo, dan untuk alternatif ketiga, cabor taekwondo ataupun sepak bola akan digantikan dengan dayung.

"Dari kesepuluh cabor ini, kita bisa menggambarkan kekuatan PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar) kita. Selain itu, jika cabor yang ikut serta diatas 12, kita pasti akan kesulitan terkait anggaran. Selebihnya, kami hanya akan mengikuti arahan Pak Menteri saja karena nanti beliau yang berhak untuk menetapkan mana saja yang akan dipertandingkan," pungkas Gatot.

Dalam acara ini, turut hadir Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Gatot S. Dewa Broto, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Asep Saepudin, dan Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta Djamran.

Asep selaku Sekretaris Dispora DKI Jakarta mengatakan bahwa pihak Dispora selalu mendukung apa yang menjadi kebijakan pemerintah pusat. Dia mengatakan bahwa Dispora siap untuk membantu untuk memberikan grafik kelayakan fasilitas dan venue untuk penyelenggaraan Popnas.

Selain itu, Asep juga mengatakan bahwa pada tanggal 19 September nanti, DKI Jakarta pun akan menggelar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) XVI.

Baca juga: Ganjar Minta PB Djarum Lanjutkan Audisi

Senada dengan yang diungkapkan oleh Asep, Sekum KONI DKI Jakarta, Djamran juga mengaku bahwa DKI pasti siap untuk menjadi tuan rumah pengganti. Hal ini pun merupakan salah satu langkah strategis utuk menyiapkan atlet-atlet dari bawah.

"Apapun dan siapapun yang jadi tuan rumah, kita harus siap. Ini merupakan langkah pembinaan atlet yang tentunya menjadi awal mula perjalanan mereka. Apalagi popnas ini kan kalau batal pasti banyak yang akan kecewa. Kondisi DKI pastinya kalau demi merah putih, semua infrastruktur dan ketersediaan fasilitas, secara prinsip kita siap," pungkasnya.  (OL-6)

BERITA TERKAIT