11 September 2019, 18:45 WIB

Titik Panas di Serawak Terjadi Sejak Agustus


Indriyani Astuti | Humaniora

MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup Raffles Brotestes Panjaitan

PENGENDALIAN Kebakaran Hutan dan Lahan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Raffles Brotestes Panjaitan menuturkan titik panas di Serawak sudah terdeteksi sejak 16 Agustus lalu. Ia menuturkan, hasil pemantauan staf Kementerian LHK di Tebedu, Serawak menunjukkan ada banyak local hotspot atau titik panas lokal di sana.

"Sudah ada sejak Agustus, tidak cuma sekarang,"ujarnya di Jakarta, Rabu (11/9).

Baca juga: Imparsial Nilai RUU PSDN Belum Perlu Dibahas

Pemerintah mengklaim bahwa tidak ada transboundary haze (asap lintas batas) dari Indonesia ke Malaysia berdasarkan hasil dari pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dengan citra satelit.

Terkait upaya pemadaman, Raffles menuturkan, water bombing terus dilakukan. Data Kementerian LHK hingga 6 September 2019, sebanyak 66.349 kali water bombing dengan air yang dijatuhkan 236,9 ribu liter di Provinsi Riau, Kota Batam, Kepri, Kabupaten Ogan Ilir, Banyuasin, Sumatera Selatan, Ketapang Kubu Raya, Kalimantan Barat, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Muaro Jambi, Jambi dan Kuningan, Jawa Barat. (OL-6)

BERITA TERKAIT