11 September 2019, 18:00 WIB

Fajar/Rian jadi Tumpuan di Yuzu Indonesia Master 100


Rahmatul Fajri | Olahraga

ANTARA/Hafidz Mubarak A
 ANTARA/Hafidz Mubarak A
Ganda putra Indonesia Muhammad Rian Ardianto (kanan) dan Fajar Alfian melaju ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019.

PEBULU Tangkis Ganda Putra Indonesia Fajar Alfian/Rian Ardianto menjadi tumpuan Indonesia guna meriah medali pada gelaran Yuzu Indonesia Masters 100 pada 1-6 Oktober 2019 di Malang, Jawa Timur.

Peringkat tujuh dunia itu menjadi unggulan pertama pada sektor ganda putra dan diharapkan mampu meraih juara bagi Indonesia.

Fajar mengatakan dirinya dan Rian masih akan fokus menatap dua turnamen sebelumnya, yakni Tiongkok Terbuka pada 17 September mendatang. Kemudian disusul Korea Terbuka 24-29 September.

Meski demikian, Fajar mengaku telah mengintai kekuatan ganda campuran dari negara lain yang bisa menyulitkannya dengan Rian, seperti pasangan dari Tiongkok Ou Xuan Yi/Zhang Nan dan Huang Kai Xiang/Liu Cheng. Zhan Na dan Liu Cheng sebelumnya pernah berpasangan dan menjadi juara pada Kejuaraan Dunia 2017 di Glasgow, Skotlandia.

"Kita patut waspada dengan pasangan Tiongkok. Apalagi mereka lebih pengalaman. Kami akan menyiapkan diri sebaik mungkin," kata Fajar ketika konferensi pers Indonesia Masters 100 di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (11/9).

Baca juga: Hanya Fajar/Rian yang Tersisa di Ganda Putra

Fajar mengatakan dirinya bersama Rian akan mempersiapkan fisik. Pasalnya, mereka telah bermain pada dua turnamen sebelumnya. Maka dari itu, dirinya akan mengatur pola latihan fisik dan mampu tampil prima nantinya.

Selain itu, Rian Ardianto akan mencoba menerapkan pola permainan yang beragam dari pertandingan ke pertandingan. Selama ini, kata ia, kelemahan dari mereka yakni selalu menerapkan strategi serupa kala bertanding.

"Pada Taipei Open kemarin kita kalah juga walaupun unggulan pertama. Kami mungkin harus lebih cerdik mengatur pola permainan. Ada kalanya bertahan dan menyerang," kata Rian.

Fajar mengaku turnamen super 100 nantinya juga menjadi motivasi bagi dirinya untuk mengumpulkan poin untuk mengikuti Olimpiade 2020 di Tokyo. Ia mengatakan pada tahun ini poin mereka masih keteteran dari kompatriot mereka Ahsan/Hendra dan Kevin/Marcus. Sehingga, ia berharap mampu mendulang kemenangan dari turnamen ke turnamen.

"Fokusnya dari pertandingan ke pertandingan saja. Kami memang tertinggal poinnya menuju Olimpiade 2020. Yang jelas kita berusaha keras dan menampilkan yang terbaik," kata Fajar.

Sementara itu, Ketua Umum PBSI Wiranto menargetkan atlet Indonesia mampu menyapu bersih semua sektor. Dukungan publik harus dimanfaatkan oleh pebulu tangkis unggulan Indonesia.

"Targetnya harus menang semua. Apalagi terhadap Fajar/Rian kita harapkan juara. Yang jelas kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Kalau belum semuanya, mungkin kita belum jodoh saja," kata Wiranto.

Selain Fajar/Rian, pebulu tangkis lainnya juga menempati unggulan atas pada Yuzu Indonesia Masters 100 nanti. Ganda putra lainnya Berry Angriawan/Haridanto menempati unggulan dua. Lalu, di sektor ganda putri, Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta unggulan keempat. Kemudian, di sektor ganda campuran Adnan Maulana/Mychelle Chrystine Bandaso dan Rehan Naufal/Lisa Ayu pada unggulan kelima dan keenam.

Di sektor tunggal putra, ada Firman Abdul Kholik pada unggulan ketiga. Russeli menempati unggulan kedua pada sektor tunggal putri.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Susi Susanti mengatakan ajang ini menjadi pembuktian bagi pebulu tangkis muda agar dapat berprestasi. Turnamen yang diikuti 302 pebulu tangkis dari 15 negara akan menjadi penambah jam terbang atlet muda.

"Yang jelas ini untuk pengembangan prestasi pemain muda. Kita harapkan mereka dapat berprestasi, terlebih bagi mereka yang termasuk unggulan," kata Susi.(OL-5)

BERITA TERKAIT