11 September 2019, 16:41 WIB

Satnarkoba Polresta Bongkar Peracik Narkoba Gorila


Widjajadi | Nusantara

MI/Widjajadi
 MI/Widjajadi
Tersangka AL tidak bisa menghindar saat Petugas Satnarkoba Polresta Surakarta yang menggrebek kamar peracikan tembakau gorila di Kosi Kost. 

Satuan Reserse Narkoba Polresta Surakarta menggerebek kamar indekos di Jl Reksoniten No 1, Kampung Carikan RT 02 /RW 9, Kelurahan Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Rabu (11/9). Penggrebekan itu sekaligus mengungkap lokasi peracikan narkoba jenis tembakau gorila.

Di tempat Kosi Kost itu, polisi menangkap satu orang pelaku warga Celegon, Banten berinisial AL, 27. Selain itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa tembakau gorila sebanyak 5kg, alat isap, sabu-sabu, bahan kimia, alat pengepakan, isolasi kuning, timbangan digital, dan sarung tangan.

"Pengungkapan ini berkat laporan warga," kata Kapolresta Surakarta AKBP Andy Rifai. Penangkapan pelaku bemula dari laporan warga ada aktivitas mencurigakan di indekos Kosi Kost, di kamar No.8 lantai III. Ada pergerakan penjualan paket tembakau gorila.

Karena itu, intel diterjunkan dan petugas Satnarkoba untuk mengintai selama beberapa hari, sebelum akhirnya melakukan penggerebekan. "Pagi sekitar jam 09.00 kami bergerak, dan akhirnya mengamankan seorang tersangka peracik dan barang bukti tembakau gorila 5 kg," imbuh Andy.

Anggota Satnarkoba Polresta Surakarta langsung melakukan penggerebekan tembakau Gorila seberat 5kg serta alat-alat lainnya yang tertata rapi di atas kasur. Dari pengakuan tersangka, kegiatan peracikan sudah berlangsung 3 bulan.

Dia paparkan, pengungkapa kasus ini merupakan tangkapan narkoba terbesar Polresta Surakarta sepanjang tahu ini. Pelaku menjual tembakau gorila hasil racikan melalui online.

Kalau dalam proses penyidikan AL tidak bisa mengelak kegiatan peracikan, lanjut mantan Kapolres Kudus ini, maka bisa dijerat pasal 114 ayat (1) jo Pasal 6 ayat (3) UU No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika jo peraturan Menkes RI No 2 Tahun 2017 tentang perubahan Penggolongan Narkotika di dalam Lampiran UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selama menghuni Kosi Kost , AL mengaku sebagai mahasiswa di sebuah PTS di Kabupaten Sukoharjo. Namun begitu,setiap setiap hari ada tiga sampai empat paket datang untuk diantarkan ke kamar AL.

"Dia (AL) menyewa dua kamar indekos, yakni No 1 dan No 8. Orangnya memang pendiam serta tingkah lakunya kerap mencurigakan," ujar April, pegawai kos. (WJ/OL-10)

BERITA TERKAIT