11 September 2019, 16:41 WIB

Ini Alasan Romi Minta Pindah ke Lapas Cipinang


Antara | Politik dan Hukum

Dok MI/ROMMY PUJIANTO
 Dok MI/ROMMY PUJIANTO
Tersangka kasus dugaan suap terkait jual beli jabatan di Kementerian Agama M Romahurmuziy berjalan dikawal petugas memasuki Gedung KPK.

ANGGOTA DPR RI 2014-2019 dan mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi meminta dipindahkan penahanannya dari Rutan Cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di belakang Gedung Merah Putih KPK ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur.    

"Kami menyampaikan permohonan agar saudara terdakwa ini bisa dipindah penahanannya dari Rutan KPK ke Lapas Cipinang karena ada beberapa pertimbangan yang sudah kami sampaikan secara tertulis," kata Maqdir Ismail, penasihat hukum Rommy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/9).    

Baca juga: Romi Didakwa Terima Suap Rp325 Juta

Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/9), menggelar sidang terhadap terdakwa Rommy dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum KPK. Rommy pun menyatakan yang menjadi persoalan di Rutan KPK adalah terbatasnya ruangan untuk beraktivitas.

"Sebenarnya yang menjadi persoalan utama di situ sangat terbatasnya ruangan. Saat ini, hanya 4X7 meter digunakan untuk 25 orang sekaligus tempat untuk beribadah, menonton televisi, main remi, makan dan juga bersosialisasi," ujar Romi.  

Terkait hal itu, Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri akan mempertimbangkannya. "Nanti akan kami pertimbangkan, nanti dimusyawarahkan, ini beralasan atau tidak," kata Hakim Fahzal.    

Saat dikonfirmasi oleh Hakim Fahzal, apakah ia sehat selama berada dalam penahanan, Rommy mengaku sempat dibantarkan penahanannya di RS Polri Jakarta Timur karena sakit.

"Kebetulan selama lima bulan terakhir di awal-awal penahanan saya tiga kali dibantarkan karena saya memang sejak mahasiswa memiliki batu ginjal dan ada pembatasan air waktu itu di Rutan KPK sehingga kemudian saya kumat sehingga harus dibantarkan di RS Polri," kata Romi.  (Ant/OL-6)

BERITA TERKAIT