11 September 2019, 17:45 WIB

Kadishub DKI Sebut Sosialisasi Ganjil Genap Sudah Sangat Masif


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

  MI/RAMDANI
  MI/RAMDANI
Petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan sosialisasi perluasan area ganjil genapdari arah Benhil menuju Jalan Sudirman,

KEPALA Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut sosialisasi perluasan pembatasan lalu lintas kendaraan dengan pelat nomor ganjil genap sudah sangat masif.

Sejak diumumkan kepada publik pada 7 Agustus lalu, rencana perluasan ganjil genap disosialisasikan masif di berbagai titik. Tidak hanya jalan-jalan yang diterapkan perluasan ganjil genap, Syafrin menyebut, sosialisasi bahkan dilakukan di pusat perbelanjaan.

Baca juga: Ratusan Santri Berdemo di DPR Dukung Revisi UU KPK

Dishub DKI juga menggelar uji coba sekaligus sosialisasi pada 12 Agustus hingga 6 September lalu. Sehingga, menurutnya, tidak ada alasan pengendara tidak tahu perihal kebijakan itu.

"Selama masa uji coba mulai 12 Agustus sampai dengan 6 September, kalau misalnya yang bersangkutan melintasi itu, pasti tahu bahwa di situ ada ganjil genap," kata Syafrin di Balai Kota, Rabu (11/9).

Sementara itu, di sisi lain pelaksanaan perluasan ganjil genap selama dua hari kemarin berjalan lancar dan baik. Menurutnya, cukup banyak pengendara yang memahami kebijakan itu dan menerima ditilang saat melanggar. "Ganjil genap bagus. Evaluasinya bagus," tegasnya.

Di sisi lain guna mempermudah penindakan dan pengawasan, Dishub DKI tahun ini melakukan pengadaan 81 unit kamera untuk E-TLE (Electronic Traffic Law Enforcement).

Baca juga: PDIP dan Gerindra Usung Wakil Wali Kota Depok di Pilkada 2020

Kamera tersebut akan ditempatkan di ruas-ruas jalan yang pertama kali diterapkan ganjil genap seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Sisingamangaraja, Jalan MH Thamrin, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MT Haryono, Jalan HR Rasuna Said, Jalan S Parman, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan DI Panjaitan.

"Kami hanya support terkait dengan permohonan program. Program itu kita bantu dengan dana hibah. Itu selebihnya ada di sana (kepolisian)," terang Syafrin. (OL-6)

BERITA TERKAIT