11 September 2019, 16:30 WIB

Potong Kabel Utilitas, Dinas Bina Marga: Sudah Sosialisasi


Putri Anisa Yuliani | Megapolitan

MI/Ramdani
 MI/Ramdani
Kabel utilitas di gorong-gorong

KEPALA Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Hari Nugroho, menegaskan sudah melakukan sosialisasi terhadap rencana relokasi utilitas termasuk pemotongan kabel utilitas yang dilakukan di Cikini dan Menteng, Jakarta Pusat.

Hal ini diungkapkan Hari menanggapi rencana Asosiasi Pengusaha Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) DKI yang mensomasi Pemprov DKI atas pemotongan kabel jaringan telekomunikasi di Cikini dan Menteng pada 8 Agustus lalu yang mengakibatkan terganggunya pelayanan pelanggan.

Baca juga: Rencana Iuran BPJS Naik, Pembuatan KIS Diserbu Warga

Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang melakukan revitalisasi trotoar yang sekaligus membangun gorong-gorong atau 'ducting' guna menjadi tempat relokasi jaringan utilitas. Sehingga nantinya, seluruh jaringan utlitas seperti kabel listrik, jaringan fiber optik telekomunikasi, semua akan di bawah tanah bersama pipa PDAM dan pipa gas.

Hari menyebut, pihaknya sudah mensosialisasikan relokasi utilitas sejak Januari lalu. Sementara, bulan Maret, Dinas Bina Marga juga mengundang rapat para pengusaha yang tergabung dalam Apjatel. Setelah sosialisasi itu, Hari meminta kepada pengusaha untuk merelokasi sendiri dan memotong sendiri kabel-kabel jaringan milik mereka namun tidak digubris.

"Bahkan kita tinjau bareng-bareng di lokasi, ini loh yang mau kita potong, yang mau kita taruh nanti mainhole-nya di mana jaringan di bawah seperti apa. Sudah kita sepakati bersama bareng-bareng. Nah, kemudian yang dia bilang tanggal 8 kita potong itu kan masih sementara. Lah, terakhir saya minta lagi tolong segera dong ya tak kunjung juga, ya saya potong," ujar Hari di Balai Kota Jakarta, Rabu (11/9).

Penertiban dengan pemotongan kabel oleh Dinas Bina Marga pun menurutnya tidak melanggar hukum karena sudah melalui komunikasi yang panjang. Di sisi lain, ia tidak perlu menyosialisasikan sejak setahun sebelum kebijakan diterapkan sesuai Peraturan Daerah No 8/1999 tentang Penempatan Jaringan Utilitas dan Peraturan Gubernur No 195/2010 tentang Petunjuk Teknis Penempatan Jaringan Utilitas.

Lebih lanjut, Hari menjelaskan, pihaknya tidak lagi melanjutkan izin jaringan utilitas di atas permukaan tanah karena nantinya seluruh jaringan harus di bawah tanah.

"Dia enggak ada izin, emang dia itu punya izin? Enggak ada. Cari deh. Jadi yang boleh kabel udara itu hanya di flyover, jalan layang,underpass, dan overpass. Untuk yang jalan biasa enggak ada enggak boleh," paparnya.

Hari pun balik menuding pengusaha justru mengulur waktu untuk merelokasi sendiri kabel jaringan mereka. Hari menyebut sejak disosialisasikan Januari, pihaknya telah memberi tenggat waktu pemotongan kabel dan relokasi kabel sampai Agustus lalu. Hal itu bersamaan dengan selesainya revitalisasi trotoar Cikini dan Menteng.

Baca juga: Pemkot Bekasi Mulai Seleksi Calon Penerima bantuan Pendidikan

"Masalah relokasi dari atas sampai bawah kan kita sudah sebetulnya sudah kita omongin sudah kita omongin bahwasannya Cikini itu target paling akhir itu Agustus. Kita rapat bolak-balik terus kita cek lapangan bareng-bareng. Kadi kita tuh udah komunikasi, komunikatif. Tapi mereka intinya tetap mau mundur. Kalau mundur ya enggak bisa, kita punya target," pungkasnya.

Untuk itu, Hari pun siap menghadapi somasi dan bahkan berencana mensomasi balik Apjatel terkait hal ini. (OL-6)

BERITA TERKAIT