11 September 2019, 15:04 WIB

Separatis Catalonia Uji Kekuatan dengan Unjuk Rasa di Barcelona


Haufan Hasyim Salengke | Internasional

AFP/LLUIS GENE
 AFP/LLUIS GENE
Saat aksi masyarakat Catalonia yang mendukung kemerdekaan dan lepas dari Spanyol bersamaan Hari Nasional Catalonia, 'Diada' pada 2018.  

SEPARATIS Catalonia akan mengadakan pawai di Barcelona, Spanyol, pada Rabu (11/0). Pawai tersebut akan menguji kekuatan mereka sebelum pengadilan Spanyol pada Oktober memutuskan vonis terhadap para pemimpin prokemerdekaan.

Sejak 2012, kelompok separatis telah mengadakan demonstrasi besar-besaran pada 11 September, 'Hari Nasional' Catalonia, yang menandai jatuhnya Barcelona ke Spanyol pada 1714. Penyelenggara mengatakan satu juta orang mengambil bagian dalam demonstrasi ‘Diada’ yang lalu.

Demonstrasi tahun ini akan berlangsung pada pukul 17:14 waktu setempat di Plaza Espana di Barcelona.

Unjuk rasa ini terjadi hanya beberapa minggu sebelum Mahkamah Agung Spanyol akan menjatuhkan vonis dalam persidangan tingkat tinggi 12 pemimpin separatis yang dituduh atas peran mereka dalam upaya separatis Catalonia.

Gerakan prokemerdekaan telah menjerumuskan negara ke dalam krisis politik terburuk dalam beberapa dekade.

Mantan Wakil Presiden Catalonia, Oriol Junqueras, dan delapan aktivis lainnya menghadapi tuduhan pemberontakan yang paling serius. Jaksa penuntut umum menuntutnya 25 tahun di balik jeruji besi.

Para pemimpin separatis Catalonia telah berusaha selama berbulan-bulan untuk mempersiapkan respons bersatu terhadap putusan pengadilan, tetapi mereka masih terpecah soal strategi.

"Menjelang putusan-putusan ini, hal yang penting kita terlihat kuat dan termobilisasi secara besar-besaran," ujar Elisenda Paluzie, presiden kelompok prokemerdekaan akar rumput yang kuat, ANC, yang mengorganisasikan protes, kepada AFP.

Suasana di kamp separatis sangat berbeda dari dua tahun lalu ketika pemerintah daerah Catalonia bergerak maju dengan referendum kemerdekaan Catalonia pada 1 Oktober 2017. Referendum dinodai oleh kekerasan polisi, dan kemudian membuat deklarasi kemerdekaan berumur pendek.

Para pemimpin separatis senior berada di penjara menunggu vonis mereka atau tersebar di luar negeri, seperti mantan presiden Catalan Carles Puigdemont yang melarikan diri ke Belgia tak lama setelah pemerintahnya membuat deklarasi kemerdekaan yang gagal.

Sementara separatis mengendalikan pemerintah daerah di Catalonia, yang merupakan rumah bagi sekitar 7,5 juta orang, mereka tidak dapat menyepakati bagaimana mendorong kemerdekaan bergerak maju bagi wilayah yang menyumbang seperlima dari output ekonomi Spanyol.

"Sangat penting kita memiliki strategi bersatu yang memungkinkan kita untuk mencapai kemerdekaan. Langkah pertama adalah mengisi jalan-jalan pada 11 September," kata ANC dalam sebuah pernyataan.

Demonstran akan mewujud bentuk bintang raksasa yang menurut ANC akan melambangkan sebuah negara serta upaya bersama rakyat Catalonia untuk mempertahankan hak penentuan nasib sendiri.

Namun tidak seperti pada 2017, dua partai separatis utama Catalonia yang memerintah wilayah ini berselisih mengenai jalan yang harus ditempuh.

Partai Bersama untuk Catalonia yang dipimpin Puigdemont menyerukan ‘konfrontasi’ dengan Madrid jika Mahkamah Agung mengeluarkan vonis bersalah kepada 12 pemimpin separatis.

Tetapi partai kiri Junqueras, ERC, menyerukan dialog dengan pemerintah pusat Spanyol, yang tidak terlalu memusuhi separatis sejak Perdana Menteri Pedro Sanchez dari Partai Buruh Sosialis berkuasa pada Juni 2018. (AFP/Hym/OL-09)

BERITA TERKAIT