11 September 2019, 14:16 WIB

Kementerian ESDM Bantu Pembangunan 6 Sumur Bor di Cianjur


Benny Bastiandy | Nusantara

MI/Benny Bastiandy
 MI/Benny Bastiandy
Peresmian sumur bor di Desa Girimulya Kecamatan Cibeber Cianjur, Rabu (11/9). 

KEBERADAAN sumur bor diharapkan bisa menjadi solusi mengatasi krisis air bersih bersamaan kemarau. Di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memberikan bantuan pembuatan sumur bor di enam titik. Empat titik sudah selesai dan dua titik lagi dalam proses penyelesaian.

"Tahun ini, kami (Kementerian ESDM) menargetkan pembuatan sumur bor di Kabupaten Cianjur sebanyak enam titik. Yang sudah diselesaikan sebanyak 4 titik. Selebihnya dalam proses pengeboran," kata Anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi Badan Geologi Kementerian ESDM, Saryono Hadiwidjoyo, usai penyerahan sekaligus peresmian sumur bor air bersih di Desa Girimulya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Rabu (11/9).

Empat titik sumur bor yang sudah diselesaikan berada di Desa Girimulya Kecamatan Cibeber, Desa Bunijaya Kecamatan Pagelaran, Desa Murnisari Kecamatan Sukaluyu, dan Desa Selajambe Kecamatan Sukaluyu. Sedangkan yang masih dalam tahap pengeboran berada di Desa Selajambe Kecamatan Sukaluyu dan Desa Susukan Kecamatan Cibeber.

Sumur bor di Desa Girimulya memiliki kedalaman konstruksi 125 meter, pompa selam 3 PK, reservoir (bak penampung) 5 ribu liter, bangunan rumah genset 1 unit, jaringan listrik 4.400 watt, dan rumah sumur bor. Rata-rata debit airnya mencapai 2 liter per detik.

"Dengan kapasitas debit air sebanyak itu, kami perkirakan bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi 2.880 jiwa," jelas dia.

Tahun ini Kementerian ESDM menargetkan pembangunan sebanyak 650 titik sumur bor. Keberadaannya tersebar di di 312 kabupaten tersebar di 33 provinsi. Di Jawa Barat termasuk di dalamnya Kabupaten Cianjur, targetnya terdapat sebanyak 57 titik sumur bor.

"Sementara sampai akhir 2018, kami telah berhasil membangun sebanyak 2.288 titik sumur bor tersebar di 312 kabupaten di 33 provinsi di seluruh wilayah Indonesia dengan kapasitas air bersih mencapai sekitar 144,4 juta meter kubik per tahun. Debit airnya bisa melayani sekitar 6,6 juta jiwa," bebernya.

Saryono mengatakan program penyediaan air bersih melalui pengeboran air tanah dirasakan efektif. Buktinya, keberadaan sumur bor itu telah membantu mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat di daerah yang notabene sulit air. Kementerian ESDM berupaya maksimal meningkatkan anggaran program tersebut.

baca juga: Atasi Krisis Air, DPRD NTT Minta Pemerintah Bangun Waduk

Asda II Setda Kabupaten Cianjur, Yanto Hartono mewakili Plt Bupati Cianjur Herman Suherman, mengapresiasi Kementerian ESDM maupun wakil rakyat di DPR RI yang telah membantu pembangunan sumur bor di Kabupaten Cianjur. Ia berharap, keberadaan sumur bor tersebut bisa dijaga pemanfaatannya karena akan membantu penyediaan pasokan air bersih bagi masyarakat setempat. (OL-3)

 

 

BERITA TERKAIT