11 September 2019, 14:13 WIB

Produk Kerajinan Indonesia Diharapkan bisa Tembus Pasar Global


Nur Aivanni | Ekonomi

Dok. Dekranas
 Dok. Dekranas
Ketua Umum Dekranas Mufidah Jusuf Kalla saat melihat tenun NTT 

KETUA Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla berharap produk kerajinan Indonesia memiliki daya saing, baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Maka itu, ia meminta kepada Dekranas daerah (Dekranasda) untuk terus melakukan pembinaan kepada para perajin agar dapat mengembangkan produk unggulan daerahnya masing-masing.

"Saya harap produk kerajinan semakin maju sehingga dapat menembus pasar global lebih besar lagi," katanya saat membuka acara Kriyanusa Pameran Kerajinan Nusantara Tahun 2019 yang juga dihadiri oleh Ibu Negara Iriana Joko Widodo di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (11/9).

Baca juga: Anggarkan Rp7,1 Triliun untuk Lima Kawasan Pariwisata Prioritas

Industri kerajinan, terangnya, merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang pertumbuhannya sangat cepat dan berkembang hampir di seluruh pelosok Tanah Air mulai dari skala kecil sampai menengah. Industri tersebut, menurut dia, memiliki peranan dalam perekonomian nasional.

"Oleh sebab itu, produk kerajinan bisa menjadi andalan mata pencaharian terutama dengan pemanfaatan sumber daya setempat dan pengembangan kreatif lokal," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dinobatkan pembina teladan terbaik yang jatuh kepada Dekranasda Nusa Tenggara Timur (NTT). Mufidah mengatakan, bahwa penting dilaksanakan Dekranas Awards untuk pembina teladan yang bertujuan dalam memotivasi para pembina untuk membina para perajin di daerahnya.

"Saya harapkan dengan Dekranas Awards ini akan tumbuh pelaku-pelaku kriya yang baru serta kriya-kriya yang kreatif dan berkualitas di daerah yang akan meningkatkan kesejateraan perajin, dan akhirnya akan mendukung pengembangan perekonomian di daerah tersebut.

Secara terpisah, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) Julie Sutrisno Laiskodat menyampaikan bahwa ia memiliki Dekrasnada di NTT yang sangat solid dan kompak. Program yang dilakukan untuk mengembangkan kerajinan asal NTT tersebut tidak hanya difokuskan di tingkat provinsi atau kabupaten/koya, tapi juga menyentuh ke tingkat desa.

"Menurut kami potensi itu bukan ada di kota, (tapi) ada di desa. Kami mau produk-produk desa itu keroyok ke kota," ungkapnya.

Baca juga: PT Pembangunan Perumahan Bangun Dua PLTU Milik PLN

Ia pun mengutarakan bahwa NTT memikiki banyak perajin dengan beragam hasil produk daerahnya mulai dari makanan khas NTT, kerajinan tangan hingga kain tenun. "Kerajinan tangan kami (ada yang diekspor) ke Korea. Tenun kami sempat ke Norwegia, New Zealand, November kami akan ke London," ujarnya.

Tantangan dalam mengembangkan produk kerajinan di daerah, dikatakannya, meningkatkan kualitas sumber daya manusianya. Maka itu, saat ini pihaknya tengah terus meningkatkan kualitas SDM di NTT agar kualitasnya bisa setingkat nasional atau bahkan internasional. (OL-6)

BERITA TERKAIT