11 September 2019, 14:09 WIB

Atasi Krisis Air, DPRD NTT Minta Pemerintah Bangun Waduk


Palce Amalo | Nusantara

MI/Palce Amalo
 MI/Palce Amalo
Waduk Tilong Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang mengalami penurunan debit air akibat kemarau.

ANGGOTA DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) Alex Foenay minta pemerintah daerah membangun waduk yang akan menampung air untuk kebutuhan warga maupun irigasi pertanian. Krisis air selalu melanda Kota Kupang pada setiap kemarau. Krisis air dipicu menurunnya debit sumber-sumber air yang dikelola perusahaan daerah air minum (PDAM) akibat kemarau sehingga menganggu pasokan air ke masyarakat.

Saat ini PDAM Kota Kupang sudah menghentikan pasokan air bagi 4.000 dari 12.000 pelangan di kota itu. Penghentian pasokan air tidak perlu dilakukan jika PDAM memiliki sumber-sumber air yang tidak pernah kering di musim kemarau, terutama pasokan air dari Waduk Tilong di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Menurutnya, ada sumber-sumber air yang tidak pernah kering di wilayah Kota Kupang, namun belum dimanfaatkan.

"Di Kota Kupang ada gua-gua air, saluran di bawah tanah yang airnya terus mengalir, tetapi air harus dinaikkan ke atas," kata Alex Foenay kepada wartawan, Rabu (11/9).

Lebih lanjut Alex Foenay mengatakan waduk dapat dibangun di sungai Petuk yang membelah Kelurahan Kolhua bersama Naimata dan Liliba. Lokasi ini berdekatan dengan lokasi rencanan pembangunan waduk Kolhua yang kemudian ditolak warga.

Menurutnya, pemerintah harus menyediakan banyak sumber air termasuk sumur bor untuk mengatasi krisis. Krisis air juga disebabkan tidak bertambahnya sumber-sumber air, dan di sisi lain terjadi peningkatan jumlah penduduk yang menjadikan kebutuhan air bersih bertambah.  

"Air bersih itu sangat urgen," katanya.

Penjabat Sementara (Pjs) Direktur PDAM Kota Kupang Romy Seran menyebutkan penghentian pasokan air dari sumber air Tilong tidak hanya berdampak terhadap masyarakat, tetapi juga PDAM.

"PDAM kehilangan potensi pendapatan sebesar 30 persen terkait dengan penghentikan suplai dari dari Tilong," jelasnya.

baca juga: Kebun PTPN VII Terus Terbakar

Saat ini PDAM Kota Kupang menjadwal ulang suplai air ke pelanggan. Pelanggan yang selama ini menerima pasokan air setiap hari, dikurangi menjadi 3-4 kali dalam seminggu. (OL-3)

BERITA TERKAIT