11 September 2019, 12:45 WIB

Calonkan Diri Lagi, Netanyahu Janji Aneksasi Lembah Yordania


Willy Haryono | Internasional

AFP/ABIR SULTAN
 AFP/ABIR SULTAN
Dua personel militer Israel berjaga-jaga di lokasi yang menghadap Lembah Yordania antara Kota Beit Shean, Israel dan Jericho, Tepi Barat.

PERDANA Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertekad mengeaneksasi Lembah Yordania jika dirinya menang dalam pemilihan umum, pekan depan.

Rencana Netanyahu itu kemungkinan didukung sejumlah partai sayap kanan. Hal itu sesuai kebutuhan Netanyahu untuk membentuk pemerintahan koalisi.

"Ada satu tempat di mana kita dapat menerapkan kedaulatan Israel, tidak lama setelah pemilu," ujar Netanyahu dalam sebuah pidato di televisi, dilansir dari AFP, Rabu (11/9)\.

"Jika saya mendapat mandat dari Anda semua, masyarakat Israel, saya akan memastikan kedaulatan Israel di Lembah Yordania dan juga Laut Mati utara," lanjutnya.

Lembah Yordania merupakan satu per tiga bagian dari total keseluruhan wilayah Tepi Barat.

Baca juga: Trump Pecat Penasehat Keamanan Nasional

PM Netanyahu juga berjanji mencaplok semua permukiman Yahudi di Tepi Barat.

Namun, hal tersebut masih perlu menunggu pengumuman lebih lanjut dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang bertekad mendorong adanya perjanjian damai antara Israel dan Palestina.

Menurutnya, rencana perdamaian Israel-Palestina ala Trump -- biasa disebut Perjanjian Abad Ini -- akan diumumkan beberapa hari usai pemilu pekan depan.

Saat sedang berpidato, Netanyahu diminta turun dan dibawa petugas ke sebuah tempat perlindungan. Pidatonya terganggu oleh bunyi sirene yang menandakan adanya kemungkinan serangan roket dari Jalur Gaza.

Tidak lama setelah itu, Pasukan Pertahanan Israel mengonfirmasi adanya dua roket asal Gaza yang telah berhasil dicegah sistem pertahanan Iron Dome.

Sementara itu, sejumlah jajak pendapat mengindikasikan pemilu Israel pekan depan tidak akan jauh berbeda dari yang sebelumnya digelar pada April.

Disebutkan PM Netanyahu mungkin masih akan menemui kesulitan membentuk koalisi.

Dalam pemilu April lalu, Partai Likud milik Netanyahu serta Partai Blue and White dari kubu oposisi masing-masing mendapatkan 35 dari 120 kursi. (Medcom/OL-2)

BERITA TERKAIT