11 September 2019, 11:50 WIB

Revitalisasi Trotoar Baru Kelar 25%


Insi Nantika Jelita | Megapolitan

MI/BARY FATHAHILAH
 MI/BARY FATHAHILAH
Pekerja tengah mengerjakan proyek revitalisasi pelebaran trotoar untuk pejalan kaki.

KEPALA Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nugroho mengaku baru sebagian revitalisasi trotoar diselesaikan pihaknya. Pemprov DKI Jakarta saat ini memfokuskan di enam titik untuk revitalisasi trotoar di Ibu Kota.

"Trotoar yang memenuhi konsep aksesibilitas atau ramah pejalan kaki, perkiraan baru hanya sekitar 25%," kata Hari saat dihubungi, kemarin.

Hari menjabarkan bahwa revitalisasi trotoar di Jakarta Selatan sudah hampir 25%. Lalu, di Jakarta Pusat sudah hampir 30%. Kemudian, di Jakarta Utara tepatnya di Jalan Yos Sudarso baru mencapai 38,73%, dan trotoar di Danau Sunter Selatan mencapai 42,18%.

Kemudian, revitalisasi trotoar di Jakarta Barat tepatnya di Latumenten baru 36,10%. Di trotoar Otista, Jakarta Timur, baru 45,89%. "Diharapkan desember tahun ini selesai semua," kata Hari.

Lebih lanjut, Hari mengatakan dari sasaran jaringan jalan arteri sekunder dan kolektor sekunder di Jakarta kurang lebih memakan luas 1.459 kilometer panjang jalan. Target per tahun, ungkap dia, hanya sekitar 2%.

Kemudian, untuk penentuan lokasi berjualan bagi pedagang kaki lima (PKL) masih dalam tahap pembahasan peta jalan (road map). PKL yang seperti apa yang bisa berjualan di atas trotoar masih dilakukan pengkajian.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sedang membuatkan aturan penggunaan trotoar multifungsi buat para PKL dan tidak mengganggu pejalan kaki.

Anies telah menjajaki sidewalk atau trotoar di beberapa negara.

"Kita bisa lihat berbagai tempat lain di dunia, itu yang namanya sidewalk bisa multifungsi. Jadi kita ingin trotoar di Jakarta nanti multifungsi," papar mantan Mendikbud itu di Balairung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Di Kota New York, Amerika Serikat, beberapa ruas jalan membolehkan pedagang gerobak mengisi trotoar. Namun, tetap atas aturan, misalnya khusus bagi veteran dan kelompok disabilitas dengan batas waktu berjualan tidak lebih dari 30 menit.

Anies menyebut salah satu trotoar di Jakarta yang sudah multifungsi dan tidak menggangu pengguna jalan, yakni di Bundaran HI dan FX Sudirman yang lebih menonjolkan seni musik. "Kita ingin Jakarta adil bagi semua, jangan hanya milik sebagian," jelasnya.

Penggunaan multifungsi trotoar tidak bisa sepenuhnya bisa dilaksanakan di Jakarta mengingat lebar trotoar berbeda-beda. Jadi ada yang bisa ditambahkan dengan berbagai fungsi, ada yang tidak bisa, dan tidak semua tempat seragam. (Ins/J-3)

BERITA TERKAIT