11 September 2019, 11:00 WIB

Pelatih Akui Serbia Gagal Atasi Tekanan Sebagai Unggulan


Basuki Eka Purnama | Olahraga

AFP/Ye Aung Thu
 AFP/Ye Aung Thu
Pelatih Serbia Sasha Djordjevic

PELATIH Serbia Sasha Djordjevic mengakui timnya malah terpuruk setelah dinyatakan sebagai unggulan di Kejuaraan Dunia Bola Basket 2019.

Hal itu dikatakan Djordjevic setelah timnya kalah 97-87 dari Argentina di laga perempat final, Selasa (10/9).

Setelah tampil apik di babak awal Kejuaraan Dunia Bola Basket, Serbia menjadi salah satu unggulan. Terutama setelah tim Amerika Serikat (AS) gagal tampil impresif.

Baca juga: Keyakinan dan Keberanian Jadi Modal Argentina Kalahkan Serbia

Namun, Djodjevic menyebut hal itulah yang membuat para pemainnya berada di bawah tekanan.

"Negara kami dilanda euforia. Semua orang mengikuti kami, semua orang ingin melihat kami menjadi juara," ujar Djordjevic.

"Kami menjadi favorit dan semua koran menulis tentang kami. Tapi, hal itu malah menjadi beban bagi para pemain dan kami akhirnya gagal menjadi juara. Bahkan gagal melaju lebih dari perempat final," pungkasnya. (AFP/OL-2)

 

BERITA TERKAIT