11 September 2019, 08:27 WIB

Hari Ketiga Perluasan Ganjil Genap, Jakarta Masih Juara Polusi


Antara | Megapolitan

MI/RAMDANI
 MI/RAMDANI
Suasana gedung bertingkat yang terlihat samar karena polusi udara di Jakarta.

PEMBERLAKUAN perluasan ganjil genap telah memasuki hari ketiga. Namun, Jakarta tetap menjadi jawara polusi udara dunia. Hal itu terungkap dari data Air Visual yang diakses Rabu (11/9) pukul 06.50 WIB.

Kualitas udara DKI berada pada kategori tidak sehat di angka 164 menurut parameter US Air Quality Index (AQI US) atau dengan parameter konsentrasi polusi PM 2.5 sebesar 81 microg/m3 dengan kelembapan 83% dan kecepatan angin 5,4 km/jam.

Wilayah dengan kualitas udara paling tidak sehat di DKI Jakarta berada di kawasan Pegadungan, Jakarta Barat, di angka 195 menurut parameter US Air Quality Index (AQI US) atau dengan parameter konsentrasi polusi PM 2.5 sebesar 141,2 microg/m3.    

Baca juga: Perluasan Ganjil Genap, Tarif Angkutan Umum Harus Lebih Murah

Pemerintah DKI Jakarta merespons permasalahan polusi udara dengan mengeluarkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara di Ibu Kota.

Instruksi tersebut selanjutnya diimplementasikan melalui kebijakan perluasan wilayah rekayasa lalu lintas ganjil-genap guna menekan populasi kendaraan sebagai salah satu pemicu polusi.

DKI juga melakukan uji emisi secara rutin hingga membatasi usia pakai kendaraan yang akan melintas di wilayah setempat.

Selain itu, Pemprov DKI juga mengintensifkan pengawasan terhadap pabrik yang berpotensi melanggar aturan lingkungan hingga mengintensifkan penghijauan di sejumlah titik kawasan. (OL-2)

BERITA TERKAIT