11 September 2019, 10:10 WIB

Mahasiswa Papua kembali ke Kampus


Golda Eksa | Politik dan Hukum

MI/ROMMY PUJIANTO
 MI/ROMMY PUJIANTO
Menkopolhukam Wiranto.

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menyatakan mahasiswa Papua yang sempat pulang kampung sudah mulai dikirim kembali ke daerah tempat mereka menuntut ilmu. "Sudah jalan, kemarin sudah mulai," katanya di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.

Untuk kesiapan sarana angkutan, yakni pesawat Hercules juga sudah ada, tetapi dia tidak menyebutkan jumlah mahasiswa yang sudah dikembalikan. "Saya enggak tahu, belum monitor lagi. Masa tiap jam saya mesti lapor. Namun, setiap kebijakan sudah ada kesiapannya," ucapnya.  

Sebelumnya, sebanyak 835 pelajar dan mahasiswa asal Papua yang belajar di luar Papua eksodus (pulang kampung) ke Papua karena termakan hasutan dan provokasi. Keluarga mahasiswa yang berada di Papua mendapatkan informasi menyesatkan bahwa kalau tetap belajar di Pulau Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi akan ada tekanan dan ancaman karena kemungkinan adanya balas dendam. "Itu hoaks dan tidak benar. Mereka kemudian dibiayai orangtua masing-masing kembali ke Papua," kata Wiranto saat konferensi pers, Senin (9/9).

Namun, kata dia, setelah mendapatkan informasi dari Panglima TNI yang kembali dari Jayapura, ternyata tidak ada masalah apa-apa. Maha-siswa itu juga menyesal dan ingin kembali ke tempat belajar semula.

Keinginan mahasiswa Pa-pua untuk pulang ke 'Bumi Cenderawasih' juga karena mendapatkan imbauan dari Majelis Rakyat Papua (MRP) pada 21 Agustus lalu agar pelajar dan mahasiswa kembali ke Papua. Namun, lanjut Wiranto, pada Senin (9/9) MRP kembali mengeluarkan imbauan agar mahasiswa yang telah pulang ke Papua untuk kembali melanjutkan studinya di daerah tempat mereka menuntut ilmu.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pun menjan-jikan untuk menyiapkan dua pesawat angkut Hercules untuk mengangkut pelajar dan mahasiswa yang eksodus tersebut. "Pemulangan kembali ke tempat studi sudah dirancang karena keinginan mereka sendiri untuk kembali, dan MRP sudah me-ngeluarkan imbauan untuk kembali melanjutkan belajar. Hercules sudah siap di Papua tinggal tunggu saja," ujar Wi-ranto. (Gol/Ant/P-3)

BERITA TERKAIT