11 September 2019, 09:30 WIB

Ada Pihak Luar yang Ingin Golkar Pecah


Putra Ananda | Politik dan Hukum

MI/MOHAMAD IRFAN
 MI/MOHAMAD IRFAN
Petugas Kepolisi berjaga-jaga didepan kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar.

JARINGAN Aktivis Muda Partai Golkar menduga ada sinyalemen kuat muncul dari pihak luar Golkar yang sengaja menciptakan perpecahan di tubuh partai itu. Kelompok tersebut memiliki agenda untuk membuat Partai Golkar tidak berdaya karena ditakutkan menjadi pemenang pada Pemilu 2024.

"Mereka takut sekali karena partai ini akan menang di 2024 sehingga dicari upaya bagaimana menghancurkannya," kata Ketua Umum Jaringan Aktivis Muda Partai Golkar Rudolfus Jack Paskalis.

Kasus pelemparan bom molotov dan penggembokan Kantor DPP Partai Golkar oleh sejumlah oknum yang mengaku pengurus AMPG menjadi bukti kuat ada intervensi dari pihak luar.

"Betul ada yang menunggangi dinamika di tubuh internal karena kami tahu betul oknum-oknum yang mengaku AMPG tersebut ialah orang-orang yang sudah dipecat. Mereka sudah bukan pengurus lagi sehingga punya niat membuat rusuh. Kami pastikan kelompok ini akan kami lawan," jelas Jack.

Pihaknya juga menyayangkan cara yang dipakai salah satu bakal calon ketua umum Partai Golkar, Bambang Soesatyo, yang dianggap terlalu memaksakan diri sehingga tidak lagi mengindahkan cara-cara demokratis.

"Sikap Bambang yang ngotot menyelenggarakan munas lebih cepat dari waktu yang ditentukan salah satu contoh syahwat politik yang tidak patut," ungkap Jack.

Di lain pihak, Ketua Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Adi Baiquni menyesalkan tindakan petugas Polres Metro Jakarta Barat yang memfasilitasi penutupan akses masuk ke Kantor DPP Partai Golkar yang dilakukan atas permintaan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

"Sudah hampir tiga bulan aparat kepolisian dari Polres Metro Jakarta Barat yang dipimpin langsung kapolresnya bertindak berlebihan dengan mengerahkan ratusan polisi berjaga di Kantor DPP Partai Golkar,'' ujar Adi Baiquni saat melakukan pengaduan ke Komisi III DPR.

Puluhan kader AMPG itu diterima anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu.

Dalam menanggapi pengaduan itu, Masinton berjanji menindaklanjutinya.

"Sebagai wakil rakyat, walaupun saya dari PDIP, pengaduan terkait adanya dugaan keberpihakan aparat kepolisian kepada pihak tertentu atau tidak netral akan kita tindak lanjuti," tukasnya. (Uta/Ths/Ant/P-1)

BERITA TERKAIT