11 September 2019, 07:20 WIB

Gun Stapler, Metode Khitan Dewasa yang Aman dan Nyaman


mediaindonesia | Humaniora

DOK. RUMAH SUNAT DR MAHDIAN
 DOK. RUMAH SUNAT DR MAHDIAN
TANPA JAHITAN: Dr Muhammad Zaiem menunjukkan gun stapler, teknologi sunat terbaru untuk orang dewasa yang cepat dan tanpa jahitan.

TINDAKAN sunat, khitan, atau sirkumsisi pada pria dewasa butuh penanganan khusus, tidak semudah pada anak-anak. Kesalahan saat mengkhitan dapat menimbulkan komplikasi, seperti perdarahan, infeksi, penis terasa nyeri bila ereksi/ kulit yang dibuang terlalu banyak.

"Oleh karena itu, sunat pada dewasa harus dilakukan oleh dokter yang profesional menggunakan alat yang sudah terstandar dan aman," ungkap dr Muhammad Zaiem dari Rumah Sunat dr Mahdian di Rumah Sunat dr Mahdian cabang Cibubur, Jakarta Timur, Senin (2/9).

Ia menjelaskan, sunat adalah tindakan pelepasan kulup atau kulit yang menyelubungi ujung penis. Pembuluh darah pada penis orang dewasa lebih besar sehingga rentan mengalami perdarahan.

Selain fisik, faktor lain yang krusial dalam mengkhitan orang dewasa ialah faktor psikis. Pria dewasa umumnya enggan karena malu dan merasa sudah terlalu tua. Selain itu, ada kekhawatiran tindakan khitan dapat memengaruhi aktivitas seksual karena penyembuhannya lama.

Seperti diketahui, pria dewasa rutin mengalami ereksi, bahkan dengan rangsangan kecil sekali pun sehingga berisiko menimbulkan rasa nyeri, perdarahan, hingga terlepasnya jahitan setelah khitan dilakukan.

Seiring inovasi yang berkembang, imbuhnya, ada pilihan metode sunat terbaru untuk orang dewasa dikenal dengan teknik stapler atau gun stapler yang penggunaannya mudah, cepat, dan aman.

Lebih aman karena kepala penis terlindungi, dimasukan dalam corong yang ukurannya telah disesuaikan. Kepala penis tidak beresentuhan dengan benda tajam. "Proses khitan lebih cepat jika dibandingkan dengan sunat konvensional. Hanya butuh 10 hingga 15 menit dan tanpa jahitan," ungkap dr Zaiem.

Bagaimana cara kerja alat ini? Zaiem menjelaskan, kulup (kulit) yang akan dipotong dijepit, dipotong, lalu dijahit bersamaan menggunakan stapler nail. "Karena tidak ada jahitan, pasien lebih nyaman dan pasien dapat beraktivitas lagi setelah disunat. Kalau sunat menggunakan metode laser, pendarahan bisa terjadi pada saat menjahit apabila ada pembuluh darah yang terkena," terangnya.

Ia menyebutkan, beberapa manfaat sunat, antara lain menurunkan risiko penularan penyakit menular seksual, kanker prostat, kanker penis, dan potensi kanker serviks pada pasangan. Sunat juga dapat menurunkan infeksi saluran kemih sebab bagian lingkar kepala penis yang tertutup kulit sudah dibuang. "Bagian ini yang biasanya menjadi sarang kuman. Jika tidak bersih, kuman bisa masuk ke saluran kemih dan menimbulkan infeksi," beber dr Zaiem.

Tien Winarko sebagai Head of Business Development menjelaskan bahwa secara klinis, metode gun stapler sudah dilakukan di 35 negara karena aman, pemulihan yang cepat, dan nyeri minimal pascatindakan. Pasien tidak membutuhkan rawat inap. Alat yang dipakai pun hanya digunakan satu kali sehingga steril.

Sunat dengan metode gun stapler ini terdapat di seluruh cabang Rumah Sunat dr Mahdian yang telah memiliki unit pelayanan khusus bernama Sunat Dewasa bagi pasien berusia di atas 20 tahun. (Ind/H-2)

BERITA TERKAIT