11 September 2019, 05:00 WIB

Perlakuan Rasialis Sedihkan sang Ibu


(Themirror/Faj/R-1) | Sepak Bola

AFP
 AFP
Chelsea's English striker Tammy Abraham 

STRIKER Chelsea Tammy Abraham mengatakan ibunya sangat terpukul dan menitikkan air mata ketika tahu dirinya mendapatkan serangan rasial di media sosial, beberapa waktu lalu. Pemain berusia 21 tahun itu mendapatkan ejekan rasial saat gagal mengeksekusi penalti saat melawan Liverpool pada Piala Super Eropa.

Kegagalannya itu berujung membuat Chelsea harus melihat Liverpool mengangkat trofi di akhir laga. "Saya ingat ketika berbicara dengan ibuku, dia sangat emosional. Dia menangis," kata Tammy.

Tammy mengaku ibunya sedih melihat anaknya harus mendapatkan perlakuan tak terpuji itu. "Mengapa dia? Sangat tidak baik ketika melihat anakmu diserang seperti itu," kata Tammy menirukan perkataan ibunya.

Pemain jebolan akademi Chelsea itu mengaku kecewa jika ibunya harus menanggung kejadian itu. "Bagi saya, saya selalu memiliki karakter yang kuat. Itu tidak akan berdampak banyak padaku. Namun, itu akan berdampak pada orang yang tidak memiliki karakter seperti saya," kata Tammy. (Themirror/Faj/R-1)

BERITA TERKAIT