11 September 2019, 03:20 WIB

Audisi di Kota Satria Memuaskan


Rahmatul Fajri | Olahraga

ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/wsj.
 ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/wsj.
 Sejumlah anak mengikuti Audisi Umum Beasiswa Bulu Tangkis 2019 PB Djarum di GOR Satria Purwokerto, Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (8/9/2019)

SEBANYAK 26 peserta Audisi Umum Bulu Tangkis PB Djarum di Purwokerto, Jawa Tengah, dinyatakan lolos seleksi. Mereka berhasil merebut tiket masuk sesi final yang akan diselenggarakan di Kudus, Jawa Tengah, setelah bersaing dengan 904 peserta lainnya sejak Minggu (8/9) di Sasana Krida GOR Satria. Babak terakhir di Kudus seperti diketahui akan berlangsung pada 20-22 November.

Awalnya, yang lolos dari 'Kota Satria 'sebenarnya hanya 12 peserta. Namun, Pemantau Bakat yang diketuai Christian Hadinata juga merasa perlu untuk menjaring nama-nama potensial dari peserta yang kalah di tahap terakhir. Akhirnya dipilihlah 14 peserta yang dinyatakan menerima Super Tiket untuk bisa mengikuti babak final di Kudus.

"Sebelumnya tiap-tiap anggota sudah mengantongi nama-nama yang potensial, lalu kami putuskan secara kolektif. Meski kalah, mereka punya skill dan semangat juang ketika pertandingan, maka kami beri Super Tiket," kata Christian yang mengaku puas dengan hasil audisi di Purwokerto, kemarin. Dia mengatakan banyak peserta di kategori U-11 putra, U-11 putri, U-13 putra, dan U-13 yang memiliki potensi terpendam.

Untuk para peserta lain yang belum bisa ikut ke Kudus, Christian mengingatkan agar mereka harus tetap semangat dan berlatih. Para orangtua pun diminta mengingatkan terus anak-anaknya untuk tetap berlatih. "Jangan lekas kecewa dan menganggap gagal diri," kata Christian.

Selanjutnya, penjaringan bibit-bibit muda berbakat akan digelar di tiga kota lain, yakni Surabaya (Jawa Timur), Surakarta (Jawa Tengah), dan Kudus. Audisi di Kudus diselenggarakan dua kali, pertama seperti yang di Purwokerto dan kedua merupakan babak final.

Sedih dan bahagia

Bagi sebagian peserta, datang ke Purwokerto tidaklah mudah. Untuk bisa mengikuti ajang seleksi, ada yang harus dari luar kota. Bintang Dwi Prakoso, 13, merupakan salah satunya. Dia datang dari Tangerang, Banten, dengan kereta api. Biaya perjalanan dan tempat tinggal selama ikut audisi, ditanggung sendiri. "Aku ingin jadi Kevin Sanjaya (Sukamuljo)," kata Bintang menyebut nama atlet binaan PB Djarum yang diidolakannya.

Bintang dinyatakan lolos screening pada hari pertama. Mampu datang hingga hari terakhir, Bintang membuat dirinya dilirik pemantau bakat. Sayang, dia gagal di perempat final. Kekalahan itu membuat Bintang menangis. Namun, tak lama, Bintang menangis karena bahagia. Dirinya tetap dinyatakan lolos ke Kudus.

Bintang awalnya tidak hanya menangis karena dirinya kalah, juga karena sudah habis kesempatan untuknya tahun ini. Bintang sudah mendengar bahwa tidak akan ada lagi audisi serupa pada tahun depan. "Ini kan tahun terakhir. Tahun depan (audisi) enggak ada lagi," kata Rindang Sumilir, kakak Bintang.

Sama seperti Bintang, Rindang awalnya juga sedih karena adiknya tidak lolos audisi. Setelah mendengar bahwa Bintang mendapat Super Tiket, Rindang meneteskan air mata karena bangga atas pencapaian adiknya di audisi yang mungkin tidak akan mereka jumpai lagi pada tahun depan. (R-3)

BERITA TERKAIT