10 September 2019, 22:30 WIB

Perluasan Ganjil Genap, Tarif Angkutan Umum Harus Lebih Murah


Antara | Megapolitan

ANTARA
 ANTARA
Perluasan ganjil-genap

PENGAMAT tata kota Yayat Supriatna menyebutkan, tarif angkutan umum harus lebih murah dari angkutan daring sehingga mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi.

"Kalau tarif angkutan online lebih murah dari kendaraan pribadi wajar, tapi apakah bisa angkutan umum lebih murah dari kendaraan pribadi dan angkutan online, baru orang mau pindah," kata Yayat saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/9).

Yayat mengatakan saat ini keberadaan angkutan daring atau online semakin mendominasi sehingga menjadi kebutuhan dasar bagi mobilitas warga Jakarta.

Jumlah kendaraan daring semakin banyak hingga tidak terkendali. Tidak menutup kemungkinan dapat mematikan angkutan konvensional seperti angkutan kota atau angkot.  

Yayat mengatakan yang menjadi pekerjaan rumah terbesar agar keberadaan angkutan umum tetap jadi kebutuhan masyarakat adalah memperbaiki sinergi dan tarif yang terjangkau.

"Di Jakarta ini masalah tarif masih jadi personal, jangan sampai biaya perjalanan itu lebih dari 10%, itu cukup berat," katanya.   


Baca juga: Dinas Bina Marga Kaji Peruntukan Sebagian Trotoar bagi PKL


Penerapan ganjil-genap untuk mendorong masyarakat beralih menggunakan angkutan umum, menurut Yayat, tidak cukup karena perlu penataan integrasi antarmoda transportasi dengan tarif yang terjangkau.  

"Kehadiran angkutan daring otomatis membuat kondisi tata ruang dan transportasi di Jakarta tumpang-tindih sehingga mendorong orang untuk menggunakan kendaraan pribadi," ujarnya.  

Yayat mengatakan membangun LRT maupun MRT dan koridor tidaklah cukup selama kondisi tata ruang dan transportasi tidak mendukung karena biaya tanah akan selalu mahal di Jakarta. Artinya, lanjut dia, struktur tata ruang Jakarta harus dibuat sedemikian rupa yang   mendukung orang untuk bisa naik angkutan umum secara maksimal.  

"Kita bisa lakukan jika angkutan umum terintegrasi serta bersinergi dan tarifnya itu harus lebih mudah dari angkutan online," katanya.   
Ke depan tarif angkutan daring akan semakin tinggi. Dengan begitu buatlah tarif angkutan umum lebih rendah sehingga masyarakat bisa merasakan berkendaraan hanya dengan Rp10 ribu sudah bisa pulang pergi setiap hari.

"Karena Pak Gubernur pernah janji dengan Rp5.000 bisa kemana-mana, pagi dan sore bisa pulang naik LRT ke MRT atau BRT bisa," katanya. (OL-1)

BERITA TERKAIT