11 September 2019, 00:40 WIB

Kejar Sustainable, Bukalapak Lakukan Penataan Internal


MI | Ekonomi

Ist
 Ist
Bukalapak

UNTUK menjadi sebuah sustainable e-commerce (perusahaan dagang daring yang menghasilkan), berbagai strategi dan kebijakan harus dilakukan Bukalapak. Tak terkecuali pemangkasan jumlah karyawan.

Hal itu disampaikan Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono saat ditanyai soal pemangkasan pegawai Bukalapak.

"Kami melakukan berbagai penataan internal, mulai dari sisi struktur organisasi. Dari sistem yang kami upgrade juga, ada beberapa yang kami upgrade supaya lebih aman dan cepat. Ada banyak SOP dan kebijakan yang kami terapkan juga. Jadi, sebenarnya banyak sekali yang kami lakukan," jelas Intan, kemarin.

Intan mengatakan jumlah pegawai yang dipangkas tidak memengaruhi pelayanan Bukalapak kepada penggunanya sebab jumlah pegawai yang diberhentikan tidak banyak.

"Total jumlah karyawan kita itu kan ada di 2.500-an. Itu memang kita masih ada di angka segitu. Jadi, sebenarnya tidak signifikan sama sekali dan tidak ada impak sama sekali," tuturnya.

Penataan internal tersebut juga dilakukan untuk menyelaraskan strategi jangka panjang Bukalapak. Menjadi perusahaan dagang yang menghasilkan, kata Intan, ialah tujuan dari salah satu perusahaan berstatus unicorn di Indonesia itu.

Intan menampik pemberhentian sejumlah pegawai lantaran ada isu lain. Bukalapak, sebut dia, pada pertengahan 2019 mendapatkan gross profit tiga kali lipat lebih banyak ketimbang di 2018 pada periode yang sama.

"Kami ingin menjadi e-commerce unicorn pertama yang meraih keuntungan. Dengan pencapaian performa bisnis yang baik dan modal yang cukup, kami menargetkan untuk dapat mencapai break even bahkan keuntungan dalam waktu dekat," jelas Intan.

Menurut sebuah sumber yang dilansir Antara, jumlah karyawan yang terdampak kebijakan penataan internal Bukalapak tersebut mencapai ratusan orang.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa pemutusan hubungan kerja itu menimpa karyawan Bukalapak di beberapa divisi, termasuk bagian engineering dan pemasaran.

Bukalapak masuk ke kelompok startup unicorn di Indonesia. Perusahaan yang dirintis oleh CEO Achmad Zaky dan kawan-kawannya itu sudah beroperasi selama sembilan tahun. (Mir/Ant/E-3)

BERITA TERKAIT