11 September 2019, 00:20 WIB

PLN Cegah Black Out Terulang Kembali


Faustinus Nua | Ekonomi

ANTARA
 ANTARA
Pemadaman listrik

PERUSAHAAN  Listrik Negara (PLN) melakukan berbagai upaya untuk mencegah terulangnya kembali padamnya listrik secara massal atau black out seperti yang terakhir terjadi pada 4 Agustus 2019.

PLN telah mengirim tim ke London untuk mempelajari tata cara perusahaan listrik di negara itu menangani black out. PLN juga berencana membangun jaringan backup bagi transmisi di jawa bagian timur ke barat.

Dan terbaru, PLN telah menjalin kerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengamankan aset strategisnya.

Plt Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan pemilihan studi banding ke London dengan tujuan bahwa Inggris juga pernah mengalami peristiwa Blackout dari sistem jaringan listriknya.

"Kami telah menghubungi manufaktur yang berhubung-an dengan defense scheme, salah satunya studi banding sudah ke UK, London, bagaimana perbandingan sistem listrik di Jawa-Bali dengan di London," kata Sripeni saat RDP di Komisi VII, DPR, Senayan, Jakarta,kemarin.

Pemadaman listrik di London tersebut, dijadikan PLN sebagai pembelajaran pemulihan jika terjadi peristiwa Blackout kembali, namun lebih dipelajari langkah antisipasinya.

Selain itu, Sripeni menyebutkan bahwa aset-aset baik jaringan dan pembangkit akan dalam pengawasan perlindungan TNI .

"Kami telah menandatangani kerja sama dengan TNI baik AD, AL, dan AU untuk melindungi aset-aset PLN," kata Sripeni.

Pengamanan tersebut termasuk jaringan ROW 500 kv, 275 kv dan 150 kv yang menjadi andalan jaringan dari PLN.

Penandantangan nota ke sepahaman ( MoU ) tentang pengamanan dan pemeliharaan keandalan sistem ketenagalistrikan di Tanah Air dilakukan Sripeni dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, kemarin.

Panglima TNI menyebutkan bahwa kerja sama ini akan ditindaklanjuti untuk menjamin kelancaran operasional PLN bisa terjaga.

Dalam poin kerja sama itu, sambung dia, kedua instansi juga sepakat untuk mengamankan wilayah transmisi sepanjang jalur dari pelbagai hal atau sesuatu yang meng halangi.

"Jangan sampai kayu se-ngon membuat blackout di masa yang akan datang," tandas Hadi.

Terkait jaringan backup,PLN akan memulai dengan menarik SUTET 500 Kv jalur utara dari Ungaran ke Cibatu melalui dua sirkuit.

Pada tahap pertama di ja-ringan Ungaran ke Pemalang dan Mandirancan pada bulan Maret 2020. Tahap kedua, jaringan Mandirancan -Indramayu pada Desember 2020.

Kemudian pada tahap tiga di jaringan Indramayu-Cibatu pada Desember 2020. Selain itu pada jaringan timur Jawa akan diperkuat pada transmisi Paiton ke Situbondo.

 

Total kompensasi

Sripeni menjelaskan total kompensasi kerugian akibat blackout pada awal Agustus 2019 yang dibayarkan kepada pelanggan PLN sebesar Rp840 miliar.

"Total telah kami bayarkan dikurangi pada pembayaran tagihan pada September yaitu sebesar Rp840 miliar," ujarnya.

Nilai kompensasi sebesar Rp840 miliar tersebut dibayarkan kepada pelanggan sebanyak 21.986.563 dengan rincian, sebanyak 15.192.546 pelanggan subsidi dan 6.794.017 pelanggan nonsubsidi.

Dari pelanggan subsidi PLN membayarkan kompensasi Rp60 miliar, adapun dari nonsubsidi Rp780 miliar. (Gol/Ant/E-1)

BERITA TERKAIT