11 September 2019, 00:00 WIB

Joshua Wong Bertemu Menlu Jerman di Berlin


MI | Internasional

AFP
 AFP
Joshua Wong 

AKTIVIS Hong Kong Joshua Wong bertemu dengan menteri luar negeri Jerman selama kunjungan ke Berlin untuk mendukung gerakan prodemokrasi yang berkembang di bekas jajahan Inggris.

"Aktivis itu berencana berbicara dengan para politikus Jerman lainnya selama kunjungannya ke Berlin. Namun, tidak ada rencana bagi Kanselir Angela Merkel untuk bertemu dengannya," kata juru bicaranya, Steffen Seibert, pada Senin.

Wong bersumpah untuk memprotes sampai Hong Kong mengadakan pemilihan umum yang bebas. "Jika kita sekarang dalam perang dingin yang baru, Hong Kong merupakan Berlin yang baru," katanya, merujuk pada perpecahan pascaperang antara Berlin Timur.

"Stand with Hong Kong jauh lebih dari sekadar slogan, kami mendesak dunia bebas untuk berdiri bersama dengan kami dalam menentang rezim Tiongkok yang autokrasi," tambahnya.

Beijing yang bereaksi dengan marah pada pertemuan mereka selama acara yang diselenggarakan harian Bild mengatakan sangat salah bagi media dan politisi Jerman untuk mencoba memasuki gelombang separatis anti-Tiongkok. "Itu tidak menghormati kedaulatan Tiongkok dan campur tangan dalam urusan dalam negeri Tiongkok," kata juru bicara Kemenlu Tiongkok, Hua Chunying.

"Urusan Hong Kong murni urusan dalam negeri Tiongkok. Tidak ada pemerintah asing, organisasi, atau individu yang memiliki hak untuk campur tangan," kata Hua.

Di sisi lain, Kepala Eksekutif Hong Kong yang pro-Beijing, Carrie Lam, juga memperingatkan AS untuk tidak mengganggu tanggapan pemerintahnya terhadap gerakan prodemokrasi di kota itu, setelah protes baru meminta Washington untuk menekan Beijing.

"Sangat tidak pantas bagi negara mana pun untuk ikut campur dalam urusan Hong Kong," katanya.

Secara terpisah, lebih dari 150 anggota parlemen di Inggris telah meminta Menteri Luar Negeri Dominic Raab untuk menawarkan kewarganegaraan kedua dan hak tinggal bagi penduduk Hong Kong. "Itu akan mengirim pesan kuat ke Tiongkok bahwa orang-orang Hong Kong tidak sendirian", kata surat terbuka. (AFP/Hym/I-1)

BERITA TERKAIT