10 September 2019, 20:37 WIB

Sampah Impor di Tanjung Priok akan Diperiksa Kandungannya


Indriyani Astuti | Humaniora

Antara/ hafidz A Mubarak
 Antara/ hafidz A Mubarak
 Rosa Vivien Ratnawati

PEMERINTAH akan memeriksa ratusan kontainer sampah impor di Tanjung Priuk.

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Ratnawati menuturkan, pihaknya akan memeriksa kandungan sampah tersebut karena jika mengandung limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), perusahaan yang mengimpor harus memulangkannya ke negara asal.

Namun, ia mengatakan sejauh ini masih belum ada tindaklanjut untuk pengembalian sampah-sampah tersebut.

"Belum ada tindaklanjutnya," ujar Rosa saat dihubungi, Selasa (10/9)

Baca juga: KLHK Pastikan Lahan Gambut Tetap Basah Saat Kemarau

KLHK akan melakukan pemeriksaan terhadap sampah impor yang masuk ke Indonesia bersama dengan Direktorat Jenderal Bea Cukai dalam waktu dekat.

Mekanisme impor limbah diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31/M DAG/PER/5/2016 tentang Ketentuan Impor Limbah Nonbahan Berbahaya dan Beracun. Pada aturan tersebut dikatakan impor sampah bisa dilakukan asalkan tidak mengandung limbah B3. Rosa sebelumnya sempat menyampaikan bahwa pihak Kementerian LHK mengusulkan agar Permendag tersebut akan direvisi.

Menteri LHK Siti Nurbaya sempat menyurati Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita supaya aturan tersebut lebih rinci mengaturlimbah nonB3 yang bisa diimpor ke Indonesia. Dengan demikian, tidak ada lagi celah penyelundupan limbah secara ilegal dari negara lain ke Indonesia.

Limbah impor mengandung B3 sebelumnya ditemukan di Pelabuhan Batam dan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur. Saat ini sebagian besar sudah dilakukan reekspor ke negara asal. (OL-8)

BERITA TERKAIT