10 September 2019, 23:20 WIB

Indonesia Maksimalkan Diplomasi Digital


MI | Internasional

ANTARA
 ANTARA
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi 

PERKEMBANGAN teknologi digital bisa menjadi sarana untuk memaksimalkan kerja sama ekonomi antarnegara dan menebarkan pesan perdamaian.

Hal itu diutarakan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat membuka Regional Conference on Digital Diplomacy (RCDD) di Jakarta, Selasa (10/9). "Ketidakmampuan kita dalam mengikuti lompatan teknologi akan membuat kita tertinggal. Begitu juga dengan diplomasi. Bila tidak dapat menyesuaikan dengan transformasi yang cepat, diplomasi tidak akan relevan lagi," ujar Retno dihadapan 200 peserta dari 16 negara di kawasan Asia dan Pasifik.

"Itulah sebabnya sekarang ini saatnya kita menyandingkan diplomasi dengan digital," ia mengimbuhkan.

Retno menyebutkan empat manfaat dari diplomasi digital. Pertama, diplomasi digital dapat digunakan untuk menyebarkan pesan perdamaian. Kedua, sebagai alat untuk penguatan kerja sama ekonomi. Selanjutnya, sebagai alat untuk melindungi warga negara. Manfaat keempat sebagai alat untuk memajukan pembangunan.

Pekembangan teknologi digital telah dimanfaatkan Indonesia dalam meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri. "Kementerian Luar Negeri telah memiliki aplikasi Safe Travel dan portal Peduli WNI, suatu sistem pendataan digital yang terintegrasi untuk diaspora Indonesia," terangnya.

Melalui RCDD, para delegasi dan peserta dapat saling belajar, saling memperkaya terkait dengan pemahaman mengenai diplomasi digital masing-masing, saling kerja sama dalam menjembatani kesenjangan digital, dan membangun langkah bersama dalam menyikapi berbagai tantangan di milenium baru ini.

Negara atau delegasi yang hadir mencakup 10 negara anggota ASEAN dan 6 negara lainnya, yakni Australia, India, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, dan Selandia Baru.

Acara pembukaan RCDD diawali dengan pemutaran video tentang evolusi diplomasi konvensional menjadi diplomasi digital dan penampilan kebudayaan berupa tarian etnik kontemporer.

Seusai membuka RCDD, Menlu juga berkesempatan membuka pameran Digital dan Talk Show RCDD. Pameran itu akan berlangsung hingga 11 September 2019 dan diikuti lebih dari 1.400 peserta dari berbagai kalangan, utamanya kaum milenial.

Showcase pada pameran ini mencakup 12 startup Indonesia, yakni Ralali, Glexindo, Tele CTG, Logisly, Tani Hub, Renom, Modal Rakyat, Kata.ai, Agate, Wahyoo, Bahaso, dan Qiwii. (Hym/I-1)

BERITA TERKAIT