11 September 2019, 09:05 WIB

Kontroversi James Bond Perempuan


Fathurrozak | Weekend

AFP
 AFP
Pemeran James Bond, Daniel Craig, dan para aktor yang sempat masuk bursa penerusnya.

AKTOR yang pernah bermain empat kali sebagai agen 007, Pierce Brosnan setuju dengan wacana James Bond perempuan. Menurutnya, saat ini giliran aktor perempuan untuk tampil sebagai Bond. "Saya pikir kami telah menyaksikan para lelaki melakukannya selama 40 tahun terakhir, get of the way, guys, tempatkan perempuan di sana," kata Brosnan, seperti dikutip Huffpost pada Senin, (9/9) saat Brosnan diwawancara The Hollywood Reporter.

Brosnan membintangi karakter agen rahasia Inggris James Bond sejak 1995 hingga 2002. Ia mengaku senang bila akhirnya James Bond diperankan oleh seorang perempuan. Ia juga mengatakan bahwa Bond, dalam seri-seri awal memang menaruh sosok perempuan sebagai pemanis.

Menurutnya, James Bond harus beradaptasi dengan perkembangan zaman. "Gerakan Me Too menjadi sesuatu yang relevan dan signifikan, dan sangat dibutuhkan di masyarakat kita, jadi mereka harus mengatasi itu," kata Brosnan yang merujuk pada produser Michael G. Wilson dan Barbara Broccoli. Brosnan mengatakan dia tidak berpikir dia akan melihat Bond perempuan ada di layar sinema dengan produser saat ini.

Sementara itu, Barbara Broccoli mengatakan kepada The Guardian bahwa Bond merupakan karakter laki-laki. "Dia ditulis sebagai laki-laki dan saya pikir dia mungkin akan tetap sebagai laki-laki. Dan itu baik-baik saja. Kami tidak harus mengubah karakter laki-laki menjadi perempuan. Mari kita buat lebih banyak karakter perempuan, dan buat cerita sesuai dengan karakter mereka," kata Barbara.

Penentangan James Bond yang berganti dari agen rahasia laki-laki menjadi perempuan juga diungkapkan oleh jurnalis Daily Mail Piers Morgan. Ia secara terbuka menentang yang disebutnya para 'feminist snowflakes' untuk tidak mencoba mengatur karakter yang seharusnya memang diperankan oleh aktor laki-laki.

"Janganlah kalian para feminist snowflakes berani mengubah James Bond menjadi perempuan, dia lelaki sejati terakhir yang tersisa di Hollywood," dikutip dari Daily Mail pada Senin, (9/9).

Snowflake adalah istilah yang digunakan untuk menyebut mereka yang merasa dirinya begitu spesial dari orang lain. Snowflake merasa spesial karena mereka merasa lebih unik dan lebih spesial dibanding manusia lain. Padahal hakikatnya setiap manusia unik karena tidak ada manusia yang sama persis.

"Ini bukan tentang kesetaraan. Saya yakin ada banyak mata-mata perempuan yang beroperasi sekarang yang sama mahirnya dalam membunuh orang, merayu anggota lawan jenis, mengobrol dengan rekan kerja, minum, berjudi, merokok, dan memecahkan lelucon yang tidak pantas. Saya keberatan, karena James Bond ialah seorang laki-laki, selalu dimaksudkan untuk menjadi laki-laki, dan harus tetap menjadi laki-laki," sambung Morgan.

Ia pun menyebut tidak keberatan bila Bond diperankan oleh aktor kulit hitam seperti Idris Elba, yang juga sempat dikabarkan akan membintangi Bond menggantikan Daniel Craig, atau aktor laki-laki dengan persuasi etnik lainnya. Namun ia bersikeras bahwa Bond tidak bisa secara tiba-tiba menjadi perempuan karena tidak pernah ada di novel Ian Flemming, pencipta karakter agen 007.

Ia mengatakan jika di acara yang dipandunya, Good Morning Britain, telah mengadakan polling soal James Bond perempuan. Hasilnya, 86% pemirsa menyatakan tidak setuju.

"Saya benci untuk membagi ini kepada Anda para feminis, James Bond mewakili secara total eskapisme, dan lambang maskulinitas yang sangat melindungi. Jika kampanye konyol untuk mengubah James Bond menjadi perempuan ini berhasil, maka saya yakin memprediksi bencana komersial yang lebih besar di box office. Namun, jika para feminis mendapatkan yang mereka inginkan, maka izinkan saya memberi tahu semua orang: Saya akan meluncurkan kampanye balas dendam agar Bridget Jones berubah menjadi Brian Jones, Wonder Woman menjadi Wonder Man, dan Sleeping Beauty menjadi lelaki berjanggut," tuturnya. (M-1)

BERITA TERKAIT