10 September 2019, 18:41 WIB

Pidato Kontemplasi SBY Dianggap bukan Hal Luar Biasa


Thomas Harming Suwarta | Politik dan Hukum

Antara/ Asprilla Dwi Adha
 Antara/ Asprilla Dwi Adha
Susilo Bambang Yudhoyono

PSIKOLOG Politik UI Hamdi Moeloek menilai pidato kontemplasi SBY yang disampaikan dari kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Senin (9/9) malam, adalah sesuatu yang wajar-wajar saja dan bukan hal yang sangat istimewa.

"Kita hargai buah perenungan beliau melalui hal-hal yang disampaikan meskipun kalau kita cermati bukan juga hal yang sangat luar biasa. Jadi ya wajar-wajar saja inti pidato beliau," kata Hamdi kepada Media Indonesia di Jakarta, Selasa (10/9).

Hamdi mengambil contoh soal keretakan sosial yang terjadi karena kebencian antarsesama anak bangsa harus diisi dengan saling menyayangi, kata dia, memang sewajarnya demikian.

"Karena problem ini bukan baru saat ini terjadi. Dulu-dulu juga kebencian karena agama dan suku sudah ada, bedanya dulu media sosial ga masif seperti sekarang, sehingga kesannya sangat luar biasa. Artinya itu masukan atau arahan kebangsaan yang baik-baik saja disampaikan," ucap Hamdi.

Baca juga: Malam Ini, SBY akan Sampaikan "Pidato Kontemplasi"

Sama halnya ketika SBY menyinggung pentingnya kompromi dan konsensus yang adil dan membangun karena itu bukan lah jalan dan pilihan yang buruk. Kata SBY, prinsip "the winner take all" yang ekstrem, seringkali tidak cocok dengan semangat kekeluargaan dan keterwakilan bagi masyarakat dan bangsa yang majemuk.

"Artinya memang kita tidak mengenal suatu pilihan politik ekstrem, oposisi vs kekuasaan yang rigid karena kita punya prinsip gotong royong. Sekarang menurut saya, pemerintahan Pak Jokowi juga menerapkan itu, guyub membangun bangsa dan negara," lanjut Hamdi.

Bagi Hamdi, sosok SBY yang hadir dalam pidato tersebut adalah seorang warga negara yang pernah memimpin negara dan membagikan pengalamannya. 

"Ya itu baik-baik saja meskipun yang disampaikan tidak ada yang sangat wow juga. Kondisi kita hari ini sama juga dengan kondisi Pak SBY memimpin sekurang-kurangnya. Jadi saya anggap wajar saja apa yang beliau sampaikan," pungkas Hamdi.(OL-5)

BERITA TERKAIT