10 September 2019, 18:30 WIB

Pembangunan di Kalimantan Terganjal Rantai Pasok Material


Andhika Prasetyo | Ekonomi

  MI/PIUS ERLANGGA
  MI/PIUS ERLANGGA
KAWASAN IBU KOTA BARU: Foto aerial kawasan Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (30/8/2019).

RANTAI pasok material dan peralatan konstruksi yang masih belum sempurna menjadi salah satu tantangan dalam membangun ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Selama ini, sebagian besar pabrik bahan baku konstruksi seperti semen, aspal dan baja berlokasi di Jawa. Artinya, akan ada biaya besar untuk mengangkut material-material tersebut ke Kalimantan. Proses pengangkutan yang tidak mudah pun akan membuat pengerjaan berjalan lebih lama.

“Selama ini, bahan-bahan yang digunakan untuk pembangunan di Kalimantan memang didatangkan dari luar pulau," ujar Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU-Pera Syarif di Jakarta, Selasa (10/9).

Baca juga: Polri Siap Antisipasi Spekulan Tanah di Kalimantan Timur

Hal tersebut, lanjut Syarif, sangat tidak efisien sehingga diperlukan terobosan baru dalam penyediaan rantai pasok agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan dengan lancar.

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah dengan mewajibkan para pelaku usaha meregistrasi material dan alat berat yang mereka miliki. Dengan begitu, pemerintah akan mengetahui dimana stok material dan alat berat terdekat dengan lokasi pembangunan.(OL-5)

BERITA TERKAIT