10 September 2019, 16:45 WIB

PPIH Kirim Tim Kesehatan dari Tanah Air Pantau Jemaah yang Sakit


Sitria Hamid | Haji

MI/Sitria Hamid
 MI/Sitria Hamid
Jemaah haji Indonesia

PANITIA Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) jilid 2 akan bertugas melakukan visitasi ke RS Arab Saudi, untuk memantau pasien yang masih dirawat. Kunjungan akan dilakukan setelah operasional penyelenggaraan haji seluruhnya selesai.

Kepala Bidang Kesehatan PPIH 2019 Indro Murwoko menyampaikan hal itu saat dihubungi Media Center Haji (MCH), Senin (9/9).

Baca juga: Operasional Selesai, Staf Teknis Haji Tangani Jemaah Sakit

“Ya, kita sedang proses segera. Tentu dipersiapkan oleh teman-teman pusat kesehatan haji yang ada di Tanah Air. Termasuk kesiapan visa untuk mereka. Mengacu ke tahun sebelumnya akan ada 6 tenaga kesehatan,” jelasnya.

Menurut dia, 6 tenaga kesehatan tersebut, masing-masing 2 orang akan ditempatkan di Mekkah, Madinah, dan Jeddah. Lama penugasannya adalah 1 bulan.

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja Madinah, Edi Supriyatna, menambahkan hingga tanggal 8 September 2019 pukul 23.00 Waktu Arab Saudi, jumlah jemaah haji yang masih di rawat RS Arab Saudi di Madinah sebanyak 53 jemaah, dan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah ada 26 jemaah.

Sementara, jemaah haji yang masih dirawat di RS Arab Saudi di Mekkah hingga tanggal 8 September 2019 pukul 23.00 Waktu Arab Saudi terdata sebanyak 48 jemaah, dan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) sebanyak 4 jemaah. Seluruhnya masih dalam pengawasan petugas kesehatan PPIH Mekkah.

Jemaah haji Indonesia yang masih dirawat di RS Arab Saudi Mekkah akan tetap dimonitoring oleh Tim Visitasi KKHI Mekkah. Visitasi tersebut akan tetap dilakukan sampai PPIH bidang Kesehatan kembali ke Tanah Air. Kepulangan mereka terjadwal pada tanggal 16, 17, dan 18 September 2019.

Baca juga: Pemerintah Saudi Kurangi Biaya Visa Progresif Umrah dan Haji

Sedangkan, jumlah jemaah haji yang dirawat di RS Arab Saudi di Jeddah sebanyak 4 orang.

Jemaah haji Indonesia yang masih dirawat di Kota Madinah, Mekkah, dan Jeddah kebanyakan menderita sakit saluran pernafasan dan demensia.  (OL-6)

BERITA TERKAIT